GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP
Jurnal Peduli MasyarakatJurnal Peduli MasyarakatBesarnya manfaat ASI eksklusif belum mampu meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia. Hal ini disebabkan masih rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya ASI eksklusif. Rendahnya dukungan dari keluarga, masyarakat dan petugas kesehatan khususnya penyuluh ASI menjadi salah satu faktor penyebab masih rendahnya cakupan ASI eksklusif. Para ibu membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya untuk menyukseskan perilaku ASI eksklusif. Peran tenaga kesehatan dalam promosi kesehatan juga diperlukan agar program ASI eksklusif berjalan dengan optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pendampingan ibu dalam pemberian ASI eksklusif dengan konsep one student one client. Pelaksanaannya di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Surakarta dengan peserta sebanyak 30 orang. Dimulai dengan penyuluhan ibu tentang ASI Eksklusif, observasi tentang pendampingan ibu dalam pemberian ASI Eksklusif, dan evaluasi jalannya pendampingan melalui pengisian kuesioner tentang praktik ASI eksklusif dan pemberian ASI. Peran tenaga kesehatan dalam mendukung pemberian ASI Eksklusif meliputi pemberian penyuluhan tentang IMD dan pemberian ASI sejak hamil bersama suami, pelibatan suami dalam pelaksanaan IMD, posyandu dengan kunjungan rumah yang melibatkan kader dan penyuluhan ibu hamil, pemberian pojok laktasi, penyuluhan dengan melibatkan seluruh petugas puskesmas, membagikan selebaran dan poster, mengadakan kelas kehamilan, dan melibatkan kaderisasi dalam Kelompok Pendukung Ibu (KP-Ibu). Kegagalan pemberian ASI Eksklusif umumnya karena ibu bekerja sehingga motivasi menyusui menurun, dukungan keluarga rendah, kekhawatiran kurang ASI, dan pengetahuan tentang ASI rendah. Ada hubungan antara pengetahuan dan praktik menyusui dan bermakna secara statistik (p = 0,004, OR: 25,14, CI95%: 0,89-5,56). Peran tenaga kesehatan dan kader dalam mendukung pemberian ASI eksklusif melalui pendampingan ibu cukup baik, namun kegagalan pemberian ASI eksklusif umumnya bersumber dari faktor maternal. Ada hubungan antara pengetahuan dan praktik menyusui dan secara statistik signifikan.
Peran tenaga kesehatan dan kader dalam mendukung pemberian ASI eksklusif melalui pendampingan ibu sudah cukup baik, namun kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif umumnya berasal dari faktor ibu sendiri.Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan praktik menyusui dan secara statistik signifikan (p=0.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik faktor-faktor maternal yang paling dominan menyebabkan kegagalan pemberian ASI eksklusif, seperti tingkat stres, dukungan psikologis, dan kondisi kesehatan mental ibu. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai model pendampingan ASI eksklusif, misalnya dengan membandingkan pendekatan individual (one-on-one) dengan pendekatan kelompok (kelas ibu hamil atau KP-Ibu), serta mengkaji peran teknologi (aplikasi mobile, konsultasi online) dalam meningkatkan jangkauan dan efisiensi pendampingan. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam perlu dilakukan untuk menggali perspektif dan pengalaman ibu dalam menghadapi tantangan pemberian ASI eksklusif, termasuk bagaimana mereka mengatasi hambatan-hambatan yang muncul dan bagaimana dukungan dari keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan dapat dioptimalkan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan berbasis bukti untuk merumuskan intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan cakupan dan durasi pemberian ASI eksklusif di Indonesia.
| File size | 674.76 KB |
| Pages | 10 |
| Short Link | https://juris.id/p-2W7 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STAK PESATSTAK PESAT Penulisan laporan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan referensi dari sumber terpercaya. Edukasi kesehatan dan pemeriksaan rutin sangat pentingPenulisan laporan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan referensi dari sumber terpercaya. Edukasi kesehatan dan pemeriksaan rutin sangat penting
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Prevalensi untuk Hemodialisis pada penduduk umur ≥15 tahun dengan GGK berdasarkan provinsi Sumatera Selatan sebesar 17,79%. Hemodialisis akan mempengaruhiPrevalensi untuk Hemodialisis pada penduduk umur ≥15 tahun dengan GGK berdasarkan provinsi Sumatera Selatan sebesar 17,79%. Hemodialisis akan mempengaruhi
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Sampel responden 40 orang, total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Dianalisis dengan uji statistic Chi Square.Sampel responden 40 orang, total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Dianalisis dengan uji statistic Chi Square.
POLTEKKES MAMUJUPOLTEKKES MAMUJU There were 344 cases of stunting under five at the Pasarwajo Health Center, Pasarwajo Village, Buton Regency, Southeast Sulawesi Province. Stunting inThere were 344 cases of stunting under five at the Pasarwajo Health Center, Pasarwajo Village, Buton Regency, Southeast Sulawesi Province. Stunting in
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Populasi sebanyak 210 orang, sampel dihitung sejumlah 10% dari populasi yaitu 21 orang. Variabel penelitian merupakan variabel mandiri yaitu konsumsi sayurPopulasi sebanyak 210 orang, sampel dihitung sejumlah 10% dari populasi yaitu 21 orang. Variabel penelitian merupakan variabel mandiri yaitu konsumsi sayur
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskritif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi sebanyak 46Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskritif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi sebanyak 46
POLTEKKES PALUPOLTEKKES PALU Pendahuluan: Stunting adalah kekurangan zat gizi akibat akumulasi gizi yang tidak mencukupi. Pada tahun 2019, prevalensi stunting di Kabupaten Sigi sebesarPendahuluan: Stunting adalah kekurangan zat gizi akibat akumulasi gizi yang tidak mencukupi. Pada tahun 2019, prevalensi stunting di Kabupaten Sigi sebesar
ITEKES BALIITEKES BALI Berdasarkan penelitian, sebagian besar responden berada pada rentang usia dewasa tengah, pendidikan menengah, pekerjaan yang bekerja, tingkat pengetahuanBerdasarkan penelitian, sebagian besar responden berada pada rentang usia dewasa tengah, pendidikan menengah, pekerjaan yang bekerja, tingkat pengetahuan
Useful /
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Oleh karena itu perlu pemahaman tentang upaya pencegahan dan diagnosis dini agar penemuan penderita dapat dilakukan pada stadium awal sehingga dapat menurunkanOleh karena itu perlu pemahaman tentang upaya pencegahan dan diagnosis dini agar penemuan penderita dapat dilakukan pada stadium awal sehingga dapat menurunkan
UBHINUSUBHINUS Model mampu mencapai akurasi 87% dalam mengklasifikasikan tweet sebagai ujaran kebencian atau bukan, sekaligus mengasosiasikan emosi dalam konteks tersebut.Model mampu mencapai akurasi 87% dalam mengklasifikasikan tweet sebagai ujaran kebencian atau bukan, sekaligus mengasosiasikan emosi dalam konteks tersebut.
UBHINUSUBHINUS Sistem informasi yang dibangun dapat menyelesaikan dan memberikan inovasi untuk permasalahan yang terjadi mengenai pengecekan sepatu yang belum atau sudahSistem informasi yang dibangun dapat menyelesaikan dan memberikan inovasi untuk permasalahan yang terjadi mengenai pengecekan sepatu yang belum atau sudah
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Pengambilan sampel secara accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 sampel. Variabel penelitian yaitu status gizi pada anak sekolah dasar. Hasil penelitianPengambilan sampel secara accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 sampel. Variabel penelitian yaitu status gizi pada anak sekolah dasar. Hasil penelitian