BIABIA

Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen KontekstualJurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual

Transposisi paradigma dalam pelayanan gereja menunjukkan tindakan mentransposisikan paradigma terhadap pelayanan gereja, terutama selama pandemi COVID-19. Untuk menghentikan penyebaran COVID-19, gereja harus menyediakan layanan online untuk melayani jemaat mereka dengan lebih baik. Sebelum pandemi COVID-19, banyak orang Kristen tidak setuju dengan pelayanan gereja online. Selama pandemi COVID-19, mereka mulai menerima pelayanan gereja online dan terbiasa dengannya. Transposisi ini mungkin akan berlanjut ke Metaverse dalam Masyarakat 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan transposisi paradigma terhadap pelayanan gereja di Era Masyarakat 5.0. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sumber data adalah karya literatur, survei, dan wawancara. Model analitik yang digunakan adalah analisis konten dan deskriptif-analitik. Karena ini juga penelitian deskriptif, semua hasil analisis ditampilkan secara deskriptif. Hasilnya, responden mengalami transposisi paradigma terhadap pelayanan gereja di Era Masyarakat 5.0. Transposisi terhadap gereja online, layanan online, doa dan konseling online, sakramen online, dan komunitas. Kesimpulannya, semua responden mengalami semua model transposisi.

Berdasarkan hasil penelitian, responden mengalami transposisi paradigma pelayanan gereja dalam Masyarakat 5.Responden mengalami transposisi geografis di mana sebelumnya hanya gereja lokal yang dianggap sebagai tempat ibadah yang sah, kemudian ada penerimaan online dan termasuk dalam Metaverse.Transposisi komunikasi dan transposisi ide juga dialami oleh responden, khususnya dalam pelaksanaan ibadah dan komunitas online serta di Metaverse.Transposisi ide, apresiasi, dan makna juga dialami oleh responden, khususnya dalam layanan doa, konseling, dan sakramen.Transposisi ini menunjukkan peluang dan tantangan bagi gereja untuk mengembangkan pelayanan mereka sejalan dengan kemajuan internet dan teknologi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang efektivitas pelayanan gereja online dan Metaverse dalam membangun komunitas spiritual yang kuat. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana gereja dapat mengintegrasikan teknologi baru seperti Metaverse dengan praktik ibadah tradisional tanpa kehilangan esensi spiritualnya. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat fokus pada bagaimana gereja dapat menjangkau kelompok yang kurang terlayani secara teknologi, seperti lansia atau masyarakat di daerah terpencil, untuk memastikan inklusivitas dalam pelayanan gereja di era digital.

  1. Etika Teologis Dalam Memandang Tanggung Jawab Kristen Terhadap Kelestarian Budaya Nusantara | Jurnal... doi.org/10.46445/jtki.v2i1.367Etika Teologis Dalam Memandang Tanggung Jawab Kristen Terhadap Kelestarian Budaya Nusantara Jurnal doi 10 46445 jtki v2i1 367
  2. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani. analisis teologi pelaksanaan pascapandemi covid epigraphe... doi.org/10.33991/epigraphe.v4i2.210EPIGRAPHE Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani analisis teologi pelaksanaan pascapandemi covid epigraphe doi 10 33991 epigraphe v4i2 210
  1. #teologi kontekstual#teologi kontekstual
  2. #gereja lokal#gereja lokal
Read online
File size497.71 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2RD
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test