PELNIPELNI

Jurnal Keperawatan Degeneratif PelniJurnal Keperawatan Degeneratif Pelni

Chronic Kidney Disease telah muncul sebagai salah satu dari penyebab utama kematian dan disebut sebagai silent disease. Prevalensi Chronic Kidney Disease yang terdiagnosis sebesar 3,8% di Indonesia. DKI Jakarta masih mendominasi jumlah kasus gangguan ginjal kronis, peningkatan kasus ditandai banyaknya penderita yang menjalani hemodialisa. Chronic Kidney Disease adalah kerusakan pada ginjal baik struktur dan fungsinya. Jika masalah ini tidak ditangani maka penderita harus menjalani transplantasi ginjal atau dengan hemodialisa. Berbagai macam efek yang dihasilkan dari terapi hemodialisa adalah kelelahan fisik. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis yaitu dengan terapi foot massage. Foot massage adalah gerakan memijit ringan pada bagian telapak kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi foot massage terhadap penurunan tingkat kelelahan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Umum Pekerja. Metode penelitian ini merupakan deskriptif penelitian studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 3 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengisi lembar kuisioner FACIT sebelum dilakukan intervensi foot massage. Penelitian ini dilakukan selama 2 kali dalam seminggu dengan frekuensi 15 - 20 menit dengan hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kelelahan dengan hasil kelelahan sedang menjadi kelelahan ringan setelah dilakukan intervensi foot massage, dapat disimpulkan bahwa terapi foot massage efektif untuk menurunkan kelelahan yang dirasakan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup bagi penderita Chronic Kidney Disease.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi *foot massage* efektif dalam menurunkan tingkat kelelahan pada pasien *Chronic Kidney Disease* (CKD) yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Umum Pekerja.Terdapat penurunan skor kelelahan pada ketiga responden setelah diberikan intervensi *foot massage* selama dua kali seminggu.Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa *foot massage* dapat menjadi terapi komplementer yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien CKD.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai pusat hemodialisa untuk menguji efektivitas terapi *foot massage* secara lebih komprehensif. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas *foot massage* dengan terapi non-farmakologis lainnya dalam mengurangi kelelahan pada pasien CKD, seperti aromaterapi atau latihan fisik ringan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi pasien CKD terhadap terapi *foot massage*, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan keberhasilan intervensi ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung penerapan terapi *foot massage* sebagai bagian integral dari perawatan komprehensif bagi pasien CKD, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan.

  1. Oman Medical Journal-Archive. oman medical journal archive google recommended deferred loading gumby... doi.org/10.5001/omj.2019.81Oman Medical Journal Archive oman medical journal archive google recommended deferred loading gumby doi 10 5001 omj 2019 81
  1. #chronic kidney disease#chronic kidney disease
  2. #terapi okupasi#terapi okupasi
Read online
File size427.15 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2vP
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test