STTKAOSTTKAO

Jurnal of Theological Students, jurnal teologi, jurnal pendidikaJurnal of Theological Students, jurnal teologi, jurnal pendidika

Gereja merupakan sebuah komunitas yang terikat oleh janji-janji, dengan visi yang menyertainya. Setiap individu dalam komunitas tersebut memiliki komitmen terhadap visi tersebut, yang meliputi: persekutuan, kepemimpinan, dan pemuridan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Model yang dipakai dalam mixed methods adalah sequential explanatory, yaitu pengumpulan dan analisis data kuantitatif terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas Komunitas Sel dalam meningkatkan Kedewasaan Rohani Pemuda di Gereja Bethel Maranatha Pekalongan sangat tinggi, sementara efektivitas Kedewasaan Rohani Pemuda dalam kehidupan sehari-hari cukup tinggi.

Semua enam indikator yang diukur—pemahaman komsel, pola komsel, tujuan komsel, aplikasi firman Tuhan, multiplikasi, dan kedewasaan rohani—mendapatkan nilai interpretasi masing‑masing 97%, 84,6%, 94,3%, 91%, 91%, dan 91,5%, menunjukkan efektivitas yang tinggi.Oleh karena itu, Komunitas Sel terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kedewasaan rohani secara umum, sementara dalam konteks kehidupan sehari-hari kedewasaan rohani anak muda dapat dikategorikan cukup efektif.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan geografis dengan membandingkan efektivitas komunitas sel dalam meningkatkan kedewasaan rohani pemuda di beberapa gereja di berbagai wilayah, sehingga memungkinkan analisis perbedaan kontekstual dan umumitas temuan. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perubahan kedewasaan rohani peserta selama periode lebih lama, misalnya selama dua hingga tiga tahun, guna menilai keberlanjutan dan dinamika pertumbuhan spiritual yang dipengaruhi oleh partisipasi dalam komunitas sel. Selain itu, penelitian eksperimental dapat meneliti kontribusi spesifik dari tiap komponen aktivitas sel—seperti persekutuan, disipasi, dan program multiplikasi—dengan membagi kelompok peserta ke dalam sub‑kelompok yang memperoleh fokus kegiatan tertentu, sehingga dapat mengidentifikasi mana yang paling berpengaruh terhadap dimensi kedewasaan rohani yang berbeda. Dengan pendekatan-pendekatan tersebut, diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang mekanisme kerja komunitas sel dan memberikan rekomendasi praktis bagi gereja‑gereja untuk mengoptimalkan program pembinaan rohani pemuda.

  1. #anak muda#anak muda
  2. #komunitas sel#komunitas sel
Read online
File size204.02 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2rt
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test