ISI SURAKARTAISI SURAKARTA
Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang BunyiKeteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang BunyiPancasila merupakan dasar negara yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara mulai dari hukum, politik, ekonomi, hingga seni dan budaya harus senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Dalam aspek seni dan budaya, nilai-nilai Pancasila tercermin dalam berbagai bentuk kesenian tradisional, salah satunya yang ada dalam syair sindhenan gaya Surakarta. Penelitian mengenai Nilai Pancasila di dalam Syair Sindhenan Gaya Surakarta adalah upaya untuk menggali nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalam syair sindhenan yang lazim digunakan pada repertoar Karawitan Gaya Surakartap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yakni dengan mendeskripsikan beberapa bentuk wangsalan sindhenan lalu di analisis dengan pendekatan nilai pancasila sebagai objek formal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa posisi pesindhen bukan hanya sebagai objek eksploitasi bunyi dan visual semata, akan tetapi kemampuan sindhen dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa para pesindhen telah berperan aktif dalam mensosialisasikan dasar negara sebagai pandangan hidup sekaligus identitas Bangsa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah adanya nilai-nilai Pancasila beserta butir-butirnya sebagaimana termuat dalam TAP MPR RI 2003 di dalam syair sindhenan gaya Surakarta terutama pada bagian wangsalan.
Kesimpulan yang dapat ditarik setelah dilakukan penelitian mengenai nilai-nilai Pancasila yang terdapat di dalam wangsalan sindhènan gaya Surakarta adalah.Pesindhèn merupakan sosok yang menyampaikan nilai-nilai Pancasila di dalam syair yang dibawakan.Kandungan nilai-nilai tersebut banyak dimasukkan di dalam syair wangsalan.Nilai-nilai Pancasila dalam wangsalan mencakup kelima sila, yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan, dan Keadilan.Setiap sila tersebut telah terwakili dalam syair wangsalan, beserta butir-butir nilai yang terkandung di dalamnya.Sebagai bagian dari seni tradisi, syair sindhènan yang mengandung nilai-nilai Pancasila memiliki posisi strategis dalam proses pendidikan karakter dan pembentukan jati diri kebangsaan.Melalui ungkapan simbolik dan estetika vokal yang khas, syair-syair tersebut berperan dalam menanamkan nilai cinta tanah air, memperkuat identitas nasional, dan membangun semangat patriotisme dalam masyarakat.Nilai-nilai luhur seperti persatuan, keadilan sosial, penghormatan terhadap kemanusiaan, musyawarah, dan ketakwaan kepada Tuhan yang termuat dalam Pancasila direpresentasikan secara implisit dalam teks sindhènan.Melalui syair yang sarat akan pesan moral, kebijaksanaan, dan nilai-nilai kebangsaan, sindhènan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, akan tetapi juga sebagai media edukasi budaya yang menguatkan jati diri bangsa.Dengan demikian, pelestarian dan pemahaman terhadap syair sindhènan diharapkan mampu membangkitkan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, keadilan, serta nilai luhur yang menjadi dasar negara Indonesia.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai peran sindhenan dalam melestarikan nilai-nilai Pancasila di masyarakat, terutama dalam konteks seni dan budaya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis lebih lanjut mengenai bagaimana sindhenan dapat menjadi media edukasi budaya yang efektif dalam menguatkan jati diri bangsa. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi lebih lanjut mengenai bagaimana sindhenan dapat menjadi sarana untuk membangun semangat patriotisme dan memperkuat identitas nasional di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
| File size | 777.88 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
ISBIISBI Era industri kepariwisataan memberikan peluang bagi seniman untuk berkreasi dan mengembangkan kesenian tradisional. Pemanfaatan kesenian tradisional, sepertiEra industri kepariwisataan memberikan peluang bagi seniman untuk berkreasi dan mengembangkan kesenian tradisional. Pemanfaatan kesenian tradisional, seperti
PUSDIGPUSDIG Program ini berkontribusi terhadap penguatan pelestarian budaya, peningkatan keberdayaan komunitas seni, serta pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisataProgram ini berkontribusi terhadap penguatan pelestarian budaya, peningkatan keberdayaan komunitas seni, serta pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata
ISI DPSISI DPS Tari ini merupakan kelanjutan dari tari Joged Udegan (Gudegan). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran hasil rekonstruksi TariTari ini merupakan kelanjutan dari tari Joged Udegan (Gudegan). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran hasil rekonstruksi Tari
FIB UNMULFIB UNMUL Penelitian ini menggunakan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (LFS) dan Musikologi. Pantun yang dijadikan lirik Ladon memiliki tema dan rema. PantunPenelitian ini menggunakan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (LFS) dan Musikologi. Pantun yang dijadikan lirik Ladon memiliki tema dan rema. Pantun
169169 Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah dan identitas Mamanda versi Banjarmasin di Kalimantan Selatan dari tahun 1970-2021. Metode sejarah digunakanPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah dan identitas Mamanda versi Banjarmasin di Kalimantan Selatan dari tahun 1970-2021. Metode sejarah digunakan
169169 Sebagai tawaran bentuk karya seni musik bambu untuk dijadikan sebagai model penciptaan karya seni musik bambu. Situasi pandemi saat ini merupakan salahSebagai tawaran bentuk karya seni musik bambu untuk dijadikan sebagai model penciptaan karya seni musik bambu. Situasi pandemi saat ini merupakan salah
SENIRUPAIKJSENIRUPAIKJ Proyek seni ini mengangkat kisah Sutiah atau yang dikenal sebagai Marni, seorang pesinden dari Desa Beber, Ligung, Majalengka, yang berperan penting dalamProyek seni ini mengangkat kisah Sutiah atau yang dikenal sebagai Marni, seorang pesinden dari Desa Beber, Ligung, Majalengka, yang berperan penting dalam
ISI YogyakartaISI Yogyakarta The interpretation uses the interpretation method and garap analysis. The explanation and getting conclusions are carried out by the inductive method.The interpretation uses the interpretation method and garap analysis. The explanation and getting conclusions are carried out by the inductive method.
Useful /
ISBIISBI Tari Merak sebagai media promosi Pariwisata Jawa Barat, pemasangan iklan dirasakan mampu memberi nilai ekonomis dan image bagi perusahaan maupun PemerintahanTari Merak sebagai media promosi Pariwisata Jawa Barat, pemasangan iklan dirasakan mampu memberi nilai ekonomis dan image bagi perusahaan maupun Pemerintahan
ISI YogyakartaISI Yogyakarta This analysis reveals that despite attempting to empower Black characters, the movie Get Out (2017) still incorporates problematic depictions aligned withThis analysis reveals that despite attempting to empower Black characters, the movie Get Out (2017) still incorporates problematic depictions aligned with
ISI YogyakartaISI Yogyakarta The techniques of playing the keroncong and tenor instruments include double ankle, double back play, old format and style. The four patterns of musicalThe techniques of playing the keroncong and tenor instruments include double ankle, double back play, old format and style. The four patterns of musical
ISI YogyakartaISI Yogyakarta , dan 3) bagaimana calon guru yang menggunakan pendekatan ini dapat memahami peranan mereka dalam pembelajaran di TK. Metode yang digunakan dalam kajian, dan 3) bagaimana calon guru yang menggunakan pendekatan ini dapat memahami peranan mereka dalam pembelajaran di TK. Metode yang digunakan dalam kajian