UMKUNINGANUMKUNINGAN

Just a moment...Just a moment...

Penelitian ini menganalisis ragam bahasa dalam konten akun TikTok @UNO PANANYAAN yang mencerminkan variasi linguistik berdasarkan tingkat sosial penutur dan situasi komunikasi. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi delapan jenis ragam bahasa, seperti akrolek, basilek, vulgar, slang, kolokial, jargon, argot, dan ken. Hasil menunjukkan bahwa pemilihan ragam bahasa dipengaruhi oleh hubungan antara penutur dan pemirsa, serta konteks interaksi yang bersifat lisan. Tema utama konten berkaitan dengan motivasi spiritual, dengan penggunaan bahasa yang disesuaikan untuk efektivitas komunikasi.

Akun TikTok @UNO PANANYAAN kaya akan ragam bahasa Sunda yang mencakup delapan jenis, seperti akrolek, basilek, vulgar, slang, kolokial, jargon, argot, dan ken.Penggunaan ragam bahasa dipengaruhi oleh tingkat sosial penutur, situasi komunikasi, dan hubungan antara pembicara dan pemirsa.Ragam bahasa slang menjadi paling dominan karena sering digunakan dalam interaksi sehari-hari, sementara ragam ken terbatas pada konteks spesifik seperti permintaan bantuan atau interaksi informal.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan TikTok terhadap keberlanjutan bahasa daerah di kalangan remaja. Selain itu, studi perbandingan ragam bahasa Sunda di platform media sosial lainnya, seperti Instagram atau YouTube, dapat memberikan wawasan tentang dinamika komunikasi digital. Terakhir, analisis peran influencer dalam memperkuat identitas budaya melalui konten berbahasa daerah bisa menjadi arah penelitian yang relevan dengan tren digital saat ini.

Read online
File size464.89 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test