MALANGKOTAMALANGKOTA

PANGRIPTAPANGRIPTA

Studi ini dilakukan sebagai respons terhadap masalah perubahan iklim yang semakin kritis akibat pemanasan global dan meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, khususnya metana (CH₄), di atmosfer. Sektor limbah dianggap sebagai salah satu kontributor utama emisi metana, terutama melalui dekomposisi anaerobik limbah organik di TPA. Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia meluncurkan Program Kampung Iklim (ProKlim) sebagai inisiatif mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat. Namun, studi yang mengukur pengurangan emisi gas rumah kaca akibat aktivitas pengelolaan limbah di area ProKlim masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan pengurangan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan melalui praktik pengelolaan limbah di RW 07 ProKlim, Desa Lesanpuro. Pengambilan sampel volume dan komposisi limbah dilakukan menggunakan teknik sampling purposif berdasarkan panduan SNI 19-3964-1995. Emisi gas rumah kaca dihitung menggunakan Panduan IPCC 2006 dengan metode First Order Decay (FOD) Tier 2. Hasil menunjukkan bahwa total generasi limbah di RW 07 mencapai 563,174 kg/hari, dengan tingkat generasi 0,38 kg/orang/hari. Setelah implementasi ProKlim, 73,7 kg/hari limbah berhasil dikelola, sementara 489,5 kg/hari tetap tidak dikelola. Aktivitas pengelolaan limbah di RW 07 ProKlim berkontribusi pada pengurangan emisi metana dari TPA sebesar sekitar 0,19 ton CH₄/tahun.

Total limbah yang dihasilkan di RW 07 adalah 563,174 kg/hari dengan tingkat generasi 0,386 kg/orang/hari.Praktik pengelolaan limbah mencakup bank sampah, kompos, dan inovasi daur ulang.Meskipun ada penurunan emisi metana, diperlukan kebijakan lebih kuat dan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang program ProKlim terhadap perilaku masyarakat dalam pengelolaan limbah. 2. Studi tentang efektivitas kompos dan bioconversion dalam mengurangi emisi metana perlu dikembangkan untuk skala yang lebih luas. 3. Analisis kelayakan ekonomi dan keberlanjutan program bank sampah serta inisiatif daur ulang di lingkungan RW perlu dilakukan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dan kebijakan lokal.

Read online
File size552.11 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test