PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING

Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian MasyarakatCenter of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat

Rendahnya penetrasi produk dana talangan umroh nasional (di bawah 15%) dipicu oleh minimnya literasi masyarakat, trauma sosial kasus penipuan travel, serta stigma negatif bahwa berutang untuk ibadah melanggar syariat dan mengurangi kemabruran. Untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Edukasi: Literasi Masyarakat Mengenai Pemahaman Dan Akad Produk Dana Talangan Umroh dilaksanakan di Institut Jamiyah Mahmudiyah Langkat. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman hukum Islam yang komprehensif mengenai kehalalan akad Ijarah Multijasa dan Qardh wal Ijarah sesuai Fatwa DSN-MUI serta regulasi OJK dan Kemenag RI. Metode pelaksanaan PKM menerapkan Participatory Educational Approach dengan empat tahapan utama: persiapan/perizinan, sosialisasi edukatif, diskusi interaktif melalui Klinik Literasi dengan simulasi finansial 3 skenario, serta evaluasi dampak. Kegiatan ini diikuti secara penuh oleh 50 peserta dari kelompok masyarakat sektor informal dan majelis taklim berusia 30–55 tahun. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan dalam mengikis stigma negatif dan meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat. Pembekalan materi Fikih Muamalah, transparansi skema ujrah (biaya jasa) tanpa denda berganda, serta edukasi kewaspadaan travel resmi melalui SISKOPATUH terbukti mampu memulihkan kepercayaan publik dan mengeliminasi keraguan spiritual masyarakat dalam mengambil pembiayaan syariah. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan pentingnya strategi Educational Marketing bagi praktisi LKS dan PPIU. Secara jangka panjang, program edukasi ini berkontribusi nyata mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah nasional serta melindungi masyarakat dari risiko pembiayaan ilegal maupun penipuan travel umroh bodong.

Literasi Masyarakat Mengenai Pemahaman Dan Akad Produk Dana Talangan Umroh telah terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang ditetapkan.Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai literasi keuangan syariah, yang terlihat dari kenaikan rata-rata skor pre-test sebesar 22,8% menjadi 88,0% pada post-test.Edukasi berbasis fikih muamalah membantu peserta memahami perbedaan antara pinjaman berbunga dan pembiayaan yang menggunakan akad syariah.Peserta memperoleh pemahaman mengenai mekanisme akad Ijarah Multijasa dan Qardh wal Ijarah, konsep istithaah, komponen ujrah, serta prinsip transparansi dalam pembiayaan.Pemahaman tersebut turut mengurangi stigma bahwa seluruh bentuk pembiayaan untuk pelaksanaan ibadah secara otomatis bertentangan dengan syariat.Namun, kesesuaian syariah suatu produk tetap harus dinilai berdasarkan pelaksanaan akad, transparansi biaya, legalitas lembaga, dan kemampuan calon jamaah dalam memenuhi kewajibannya.Selain meningkatkan pemahaman terhadap akad, kegiatan ini juga memperkuat kewaspadaan peserta dalam memilih lembaga penyedia layanan.Peserta mulai memahami pentingnya memeriksa legalitas lembaga keuangan melalui Otoritas Jasa Keuangan serta memastikan bahwa penyelenggara perjalanan ibadah umrah memiliki izin resmi dan tercatat dalam sistem Kementerian Agama.Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang komunikatif, berbasis kasus, dan disertai simulasi dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menilai produk dana talangan umroh secara lebih kritis, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi jangka panjang dampak program edukasi terhadap inklusi keuangan syariah, terutama pada kelompok masyarakat informal. Peneliti juga bisa mengeksplorasi efektivitas pendekatan digital dalam menyebarkan literasi keuangan syariah, seperti penggunaan aplikasi atau media sosial untuk menyederhanakan konsep akad syariah. Selain itu, studi tentang peran tokoh agama dan komunitas lokal dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk pembiayaan syariah akan memberikan wawasan baru mengenai strategi kolaborasi antara lembaga keuangan dan institusi keagamaan. Penelitian bisa juga membandingkan model pemasaran berbasis edukasi antara lembaga keuangan syariah dan konvensional untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keberhasilan strategi tersebut. Selain itu, peneliti dapat mengkaji pengaruh sikap keagamaan dan persepsi risiko terhadap keputusan masyarakat dalam memilih produk pembiayaan syariah, termasuk dampaknya terhadap nilai spiritual ibadah. Dengan memperluas cakupan penelitian, diharapkan dapat dihasilkan solusi inovatif yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Read online
File size298.05 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test