UPPUPP

Riau Jurnal Teknik InformatikaRiau Jurnal Teknik Informatika

Latensi pelaporan logistik harian berskala H 1 pada 24 gudang aktif PT Telkom Akses Area Malang memicu risiko keterlambatan instalasi perangkat Network Terminal Equipment (NTE) ke rumah pelanggan akibat kendala kekurangan stok (understock), serta inefisiensi ruang simpan akibat penumpukan aset (overstock). Kondisi tersebut disebabkan oleh alur kerja konvensional di mana admin gudang harus merekapitulasi data secara manual menggunakan lembar kerja (spreadsheet) pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mentransformasi mekanisme manual tersebut menjadi sistem otomatisasi pemantauan yang berjalan secara seketika (real-time) menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan teknologi Google Apps Script (GAS) sebagai pusat logika komputasi awan dan Telegram Bot API sebagai gerbang notifikasi otomatis menuju grup koordinasi manajerial. Pengendalian persediaan dikendalikan secara otonom oleh logika kendali dua arah berbasis parameter Safety Stock (SS) dan Maximum Stock (Smax) untuk memantau 8.256 unit perangkat aktif ONT. Hasil implementasi menunjukkan bahwa otomatisasi ini berhasil memangkas latensi pengiriman laporan informasi stok kritis dari skala harian menjadi di bawah 5 detik dengan tingkat kesalahan sebesar 0% (zero-error rate). Kontribusi utama dari penelitian ini adalah memberikan visibilitas stok yang proaktif bagi admin gudang, mengeliminasi risiko kesalahan manusia akibat proses input manual, serta mempercepat proses pengambilan keputusan strategis pada divisi Supply Chain PT Telkom Akses Area Malang dalam menjaga keberlanjutan layanan bagi pelanggan.

Sistem otomatisasi monitoring stok logistik terdistribusi yang dikembangkan berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan NTE melalui integrasi Google Apps Script dan Telegram Bot API.Implementasi metode Rapid Application Development (RAD) menghasilkan sistem notifikasi stok otomatis dengan waktu respons di bawah 5 detik.256 unit ONT di 24 gudang aktif melalui parameter Safety Stock dan Maximum Stock.Namun, diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk integrasi ERP dan penerapan machine learning untuk prediksi kebutuhan material.

1. Mengembangkan integrasi sistem dengan database ERP perusahaan untuk memperkuat keterhubungan data real-time. 2. Menerapkan teknik machine learning untuk prediksi permintaan material berbasis analisis historis dan tren pasar. 3. Memperluas cakupan sistem ke skala nasional dengan optimasi algoritma untuk menangani jaringan gudang yang lebih besar dan kompleks.

  1. Advancing Supply Chain Resilience Through Cloud-Based Logistics: A Narrative Review | Sinergi International... journal.sinergi.or.id/index.php/ijl/article/view/625Advancing Supply Chain Resilience Through Cloud Based Logistics A Narrative Review Sinergi International journal sinergi index php ijl article view 625
  2. Implementasi Strategis Sistem Informasi Akuntansi Melalui Analisis Komparatif | Jurnal Riset Akuntansi.... jurnal.itbsemarang.ac.id/index.php/JURA/article/view/1853Implementasi Strategis Sistem Informasi Akuntansi Melalui Analisis Komparatif Jurnal Riset Akuntansi jurnal itbsemarang ac index php JURA article view 1853
  3. IMPLEMENTASI TEKNOLOGI GOOGLE APPS SCRIPT DAN PHP DALAM OTOMATISASI PENGELOLAAN DATA DAN PEMBUATAN DOKUMEN... manggalajournal.org/index.php/BESIRU/article/view/2231IMPLEMENTASI TEKNOLOGI GOOGLE APPS SCRIPT DAN PHP DALAM OTOMATISASI PENGELOLAAN DATA DAN PEMBUATAN DOKUMEN manggalajournal index php BESIRU article view 2231
  4. Pengembangan Sistem Informasi Toko Kelontong Berbasis Google Apps Script pada Toko Asih | Rindho | Technologia... ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/JIT/article/view/16708Pengembangan Sistem Informasi Toko Kelontong Berbasis Google Apps Script pada Toko Asih Rindho Technologia ojs uniska bjm ac index php JIT article view 16708
Read online
File size535.29 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test