ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA

Jurnal Apresiasi EkonomiJurnal Apresiasi Ekonomi

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh lokasi usaha, modal usaha, dan fasilitas terhadap tingkat pendapatan pedagang kaki lima di objek wisata waterboom Kota Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang kaki lima di objek wisata waterboom, sebanyak 100 responden dan sampel sebanyak 100 responden, Teknik pengambilan sampel adalah teknik total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi usaha memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima, modal usaha memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima dan fasilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima di objek wisata waterboom Kota Sawahlunto.

Dari hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan mengenai Pengaruh Lokasi Usaha, Modal Usaha, dan Fasilitas terhadap Tingkat Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Objek Wisata Waterboom Kota Sawahlunto, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Lokasi Usaha (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima di objek wisata waterboom Kota Sawahlunto, artinya memilih lokasi usaha yang strategis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan suatu usaha.Modal Usaha (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima di objek wisata waterboom Kota Sawahlunto, artinya modal awal merupakan aspek penting bagi seorang pedagang karena jika seorang pedagang ingin menjalankan usaha, pedagang tersebut membutuhkan modal agar usaha tersebut berjalan lancar.Fasilitas (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima di objek wisata waterboom Kota Sawahlunto, artinya infrastruktur yang biasa digunakan oleh pedagang kaki lima di objek wisata biasanya berupa fasilitas berupa meja jualan, gerobak, tenda/payung, kursi, tikar/karpet.Sedangkan infrastruktur yang biasa digunakan berupa ruang parkir, ruang ganti, kamar mandi, dan gazebo.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada aspek-aspek berikut: 1. Menganalisis faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pendapatan pedagang kaki lima, seperti strategi pemasaran, kualitas produk, dan perilaku konsumen. 2. Meneliti dampak sosial dan ekonomi dari keberadaan pedagang kaki lima di objek wisata, termasuk kontribusinya terhadap perekonomian lokal dan dampak terhadap lingkungan sosial. 3. Mengkaji peran pemerintah dalam mendukung dan mengatur kegiatan pedagang kaki lima, termasuk kebijakan dan regulasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan usaha mereka.

  1. Analisis Pendapatan Pedagang Kaki Lima Sektor Informal Di Kecamatan Rappocini Kota Makassar | Marhawati... ojs.unm.ac.id/JEKPEND/article/view/319Analisis Pendapatan Pedagang Kaki Lima Sektor Informal Di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Marhawati ojs unm ac JEKPEND article view 319
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.51933/health.v7i1.791One moment please one moment please wait request verified doi 10 51933 health v7i1 791
  3. Wayback Machine. wayback machine doi.org/10.52160/ejmm.v2i3.97Wayback Machine wayback machine doi 10 52160 ejmm v2i3 97
  1. #modal usaha#modal usaha
  2. #lokasi usaha#lokasi usaha
Read online
File size587.19 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-1Mx
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test