UMEGABUANAUMEGABUANA

Mega Buana Journal of NursingMega Buana Journal of Nursing

Menstruasi yang terjadi setiap bulan kecuali selama kehamilan, adalah proses pelepasan dan pendarahan dinding rahim (lapisan dalam endometrium). Ketidaknyamanan menstruasi, yang juga dikenal sebagai dismenore, sering dialami disertai dengan rasa sakit atau nyeri di daerah perut. Dismenore primer dan sekunder meliputi dismenore. Ketidaknyamanan menstruasi yang tidak ada hubungannya dengan kelainan patologis dikenal sebagai dismenore primer. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan durasimenstruasi dan aktivitas remaja dengan kejadiandismenorhea pada remaja putri di UPT Puskesmas Taretta Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dan teknik kuantitatif. Sampel penelitian adalah seluruh remaja putri yang tinggal di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Taretta, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone. Dengan menggunakan pendekatan whole sampling, maka sampel yang diambil sebanyak 65 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Setelah data terkumpul, data diolah dan dianalisis dengan menggunakan alat statistik SPSS versi 20, kemudian dilakukan analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan durasimenstruasi dengan kejadiandismenorhea pada remaja putri di UPT Puskesmas Taretta Kabupaten Bone dengan p-value = 0,003 p<0,05 serta ada hubungan aktivitas remaja dengan kejadiandismenorhea pada remaja putri di UPT Puskesmas Taretta Kabupaten Bone dengan p-value = 0,000 p<0,05.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan durasimenstruasi dengan kejadiandismenorhea pada remaja putri di UPT Puskesmas Taretta Kabupaten Bone.Ada hubungan aktivitas remaja dengan kejadiandismenorhea pada remaja putri di UPT Puskesmas Taretta Kabupaten Bone.Disarankan tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada remaja putri tentang pentingnya menjaga keseimbangan aktivitas fisik dan mengidentifikasi tanda-tanda menstruasi yang tidak normal agar bisa dilakukan pencegahan atau penanganan dismenore lebih dini.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas ramuan herbal seperti jahe atau temulawak dalam mengurangi nyeri dismenorhea secara klinis. Selain itu, studi lebih lanjut perlu mengkaji pengaruh manajemen stres dan kualitas tidur terhadap frekuensi serta intensitas dismenorhea pada remaja. Terakhir, penelitian juga dapat fokus pada peran pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pencegahan dismenorhea melalui pola hidup sehat.

  1. HUBUNGAN DURASI MENSTRUASI, AKTIFITAS FISIK, DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN DISMINORHEA PADA REMAJA... e-jurnal.stikesmitraadiguna.ac.id/index.php/jkp/article/view/226HUBUNGAN DURASI MENSTRUASI AKTIFITAS FISIK DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN DISMINORHEA PADA REMAJA e jurnal stikesmitraadiguna ac index php jkp article view 226
  2. PENGARUH PEMBERIAN JAMU TEMULAWAK (CURCUMA ZANTHORRHIZA) TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI (DISMENOREA)... ejournal.medistra.ac.id/index.php/JKK/article/view/346PENGARUH PEMBERIAN JAMU TEMULAWAK CURCUMA ZANTHORRHIZA TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI DISMENOREA ejournal medistra ac index php JKK article view 346
  3. Hubungan durasi menstruasi dan Riwayat dismenore pada keluarga dengan kejadian dismenore pada remaja... doi.org/10.35890/jkdh.v12i1.272Hubungan durasi menstruasi dan Riwayat dismenore pada keluarga dengan kejadian dismenore pada remaja doi 10 35890 jkdh v12i1 272
Read online
File size165.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test