UNMER MADIUNUNMER MADIUN

JURNAL DAYA-MASJURNAL DAYA-MAS

Jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 57.895.721 unit, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 60,34% dan menyerap tenaga kerja sebesar 96,99%. Dominasi usaha mikro sebesar 98,77%. Meski memiliki kontribusi besar terhadap PDB, UMKM menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kualitas dan standarisasi produk, rendahnya kapabilitas dan kualitas sumber daya manusia, serta kesulitan dalam akses pasar yang lebih luas. Hal ini juga dialami oleh UMKM di Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, yang merupakan sentra perajin keripik tempe. Masalah yang dihadapi adalah terbatasnya pemasaran, belum adanya merek sebagai identitas produk, dan kurangnya pengetahuan dalam penyusunan laporan keuangan sederhana. Solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi pentingnya merek dan branding, pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana, serta pengenalan pemasaran online melalui media sosial.

Sentra keripik tempe di Desa Glonggong telah ada sejak lama, namun belum ada perkembangan yang signifikan dalam kapasitas produksi dan pemasaran.Para perajin enggan memiliki merek dan tanda pengenal lain, yang menyebabkan produk mereka menjadi sama dengan produk lainnya.Berbagai alasan dikemukakan oleh perajin, salah satunya adalah persaingan yang tidak sehat.Kegiatan sosialisasi dan pendampingan telah dilakukan, meliputi sosialisasi pentingnya merek dan branding, pengenalan penyusunan laporan keuangan sederhana, dan pengenalan pemasaran online melalui media sosial.Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk keripik tempe dan memperluas akses pasar.

Untuk meningkatkan daya saing UMKM, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi branding yang efektif dan inovatif. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi kerjasama antara UMKM dengan platform e-commerce atau media sosial untuk memperluas akses pasar. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan model bisnis UMKM yang berkelanjutan, termasuk strategi keuangan dan manajemen risiko. Dengan demikian, UMKM dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Read online
File size294.47 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test