STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU

SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian SejarahSINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang di Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskripsi. Langkah-langkah yang digunakan antara : Observasi, Wawancara, Angket dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini berisi mengenai anggapan masyarakat terhadap tradisi mandi kasai dan proses pelaksanaannya. Mandi kasai merupakan tradisi yang digunakan dalam pernikahan setelah akad nikah. Masyarakat menyikapi dengan baik dan mendukung tradisi ini tetap dijaga dan dilestarikan agar tidak sampai hilang. Proses pelaksanaannya dari awal arak-arakan pengantin, melanger, mandi simburan, arak-arakan pulang kerumah hingga batas tradisi ini berada di kawin adam. Kemudian pasangan pengantin baru bisa melanjutkan hubungan badan.

Penelitian menunjukkan bahwa 57% masyarakat Batu Urip setuju tradisi Mandi Kasai tetap dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian penting warisan budaya lokal.Meskipun terdapat dukungan luas, sebagian kelompok seperti Karang Taruna menunjukkan kurangnya antusiasme karena dianggap kuno dalam konteks modern.Diperlukan upaya pendidikan dan sosialisasi untuk memastikan keberlanjutan tradisi tersebut di tengah perubahan sosial.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan pelaksanaan tradisi Mandi Kasai di beberapa daerah Sumatra untuk mengetahui variasi bentuk, makna, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutannya. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana proses modernisasi dan pengaruh media sosial memengaruhi persepsi generasi muda terhadap Mandi Kasai, khususnya apakah mereka cenderung menolak, mengadaptasi, atau melestarikan tradisi tersebut. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran dinamika gender dalam partisipasi ritual Mandi Kasai, misalnya bagaimana peran perempuan dan laki‑laki berbeda dalam persiapan, pelaksanaan, dan simbolisme mandi, serta implikasinya terhadap identitas budaya. Dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif, ketiga arah studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang pelestarian Mandi Kasai dalam konteks sosial‑kultural yang berubah.

  1. #upacara adat#upacara adat
  2. #generasi muda#generasi muda
Read online
File size859.19 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1K6
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test