POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3

JKEPJKEP

Gangguan psikologis pada lansia meliputi demensia, kecemasan, gangguan tidur dan depresi. Kecemasan menjadi gangguan yang paling sering muncul. Berdasarkan data Kemenkes gangguan emosional pada lansia di Indonesia terjadi 10% pada rentang umur 65-74 tahun dan 13% terjadi pada lansia umur lebih dari 75 tahun. Lansia yang mengalami kecemasan memerlukan penanganan yang baik dalam menurunkan cemasnya jika tidak dapat menyebabkan kerusakan kognitif dan depresi. Penanganan untuk menurunkan kecemasan yang dialami dengan memberikan kegiatan yang positif, menarik dan bersifat menyenangkan. Salah satunya adalah dengan art therapy. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi mewarnai terhadap tingkat kecemasan lansia. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang yang diambil secara purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan dekriptif analitik dengan pendekatan kuasi ekperimen. Uji analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan paired t-test untuk pengaruh intervensi terapi seni(mewarnai dan menggambar) terhadap tingkat kecemasan lansia. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan bermakna rerata skor kecemasan lansia sebelum dan sesudah intervensi terapi (nilai p= 0,003) dengan selisih nilai rata-rata penurunan rerata skor=5.03, selain itu terdapat penurunan kategori kecemasan sedang dan berat antara sebelum dan sesudah intervensi . Kesimpulan: terapi mewarnai dan menggambar membantu menurunkan tingkat kecemasan pada lansia.

Gangguan psikologis pada lansia meliputi demensia, kecemasan, gangguan tidur dan depresi.Kecemasan menjadi gangguan yang paling sering muncul.Berdasarkan data Kemenkes gangguan emosional pada lansia di Indonesia terjadi 10% pada rentang umur 65-74 tahun dan 13% terjadi pada lansia umur lebih dari 75 tahun.Lansia yang mengalami kecemasan memerlukan penanganan yang baik dalam menurunkan cemasnya jika tidak dapat menyebabkan kerusakan kognitif dan depresi.Penanganan untuk menurunkan kecemasan yang dialami dengan memberikan kegiatan yang positif, menarik dan bersifat menyenangkan.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi mewarnai terhadap tingkat kecemasan lansia.Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang yang diambil secara purposive sampling.Desain penelitian yang digunakan dekriptif analitik dengan pendekatan kuasi ekperimen.Uji analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan paired t-test untuk pengaruh intervensi terapi seni(mewarnai dan menggambar) terhadap tingkat kecemasan lansia.Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan bermakna rerata skor kecemasan lansia sebelum dan sesudah intervensi terapi (nilai p= 0,003) dengan selisih nilai rata-rata penurunan rerata skor=5.03, selain itu terdapat penurunan kategori kecemasan sedang dan berat antara sebelum dan sesudah intervensi.terapi mewarnai dan menggambar membantu menurunkan tingkat kecemasan pada lansia.Terapi mewarnai dan menggambar membantu menurunkan tingkat kecemasan pada lansia.Pertama, dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang terapi seni terhadap kecemasan lansia dengan mengamati perubahan selama 6 bulan hingga 1 tahun.Kedua, dikembangkan studi perbandingan antara terapi seni dengan metode intervensi lain seperti terapi kognitif-behavioral untuk menentukan efektivitas masing-masing pendekatan.Ketiga, dilakukan penelitian untuk mengeksplorasi pengaruh terapi seni terhadap kelompok lansia dengan tingkat kecemasan berbeda, termasuk lansia yang mengalami penyakit kronis atau gangguan mental lainnya, agar diperoleh pemahaman lebih mendalam tentang aplikasi terapi ini dalam konteks yang lebih luas.Gangguan psikologis pada lansia meliputi demensia, kecemasan, gangguan tidur dan depresi.Kecemasan menjadi gangguan yang paling sering muncul.Berdasarkan data Kemenkes gangguan emosional pada lansia di Indonesia terjadi 10% pada rentang umur 65-74 tahun dan 13% terjadi pada lansia umur lebih dari 75 tahun.Lansia yang mengalami kecemasan memerlukan penanganan yang baik dalam menurunkan cemasnya jika tidak dapat menyebabkan kerusakan kognitif dan depresi.Penanganan untuk menurunkan kecemasan yang dialami dengan memberikan kegiatan yang positif, menarik dan bersifat menyenangkan.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi mewarnai terhadap tingkat kecemasan lansia.Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang yang diambil secara purposive sampling.Desain penelitian yang digunakan dekriptif analitik dengan pendekatan kuasi ekperimen.Uji analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan paired t-test untuk pengaruh intervensi terapi seni(mewarnai dan menggambar) terhadap tingkat kecemasan lansia.Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan bermakna rerata skor kecemasan lansia sebelum dan sesudah intervensi terapi (nilai p= 0,003) dengan selisih nilai rata-rata penurunan rerata skor=5.03, selain itu terdapat penurunan kategori kecemasan sedang dan berat antara sebelum dan sesudah intervensi.terapi mewarnai dan menggambar membantu menurunkan tingkat kecemasan pada lansia.

Pertama, dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang terapi seni terhadap kecemasan lansia dengan mengamati perubahan selama 6 bulan hingga 1 tahun. Kedua, dikembangkan studi perbandingan antara terapi seni dengan metode intervensi lain seperti terapi kognitif-behavioral untuk menentukan efektivitas masing-masing pendekatan. Ketiga, dilakukan penelitian untuk mengeksplorasi pengaruh terapi seni terhadap kelompok lansia dengan tingkat kecemasan berbeda, termasuk lansia yang mengalami penyakit kronis atau gangguan mental lainnya, agar diperoleh pemahaman lebih mendalam tentang aplikasi terapi ini dalam konteks yang lebih luas.

Read online
File size278.96 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test