POLIPANGKEPPOLIPANGKEP

PROPER : Jurnal Penelitian Pertanian TerapanPROPER : Jurnal Penelitian Pertanian Terapan

Keragaman genetik tanaman Porang (Amorphophallus muelleri Blume) menjadi objek kajian untuk melihat kandungan glukomanan karena tingginya peminat untuk dimanfaatkan sebagai zat tambahan yang mampu mengentalkan unsur cair dalam bahan makanan. Beberapa kawasan agroforestri di Sulawesi Selatan diketahui memiliki berbagai jenis spesies porang dengan kandungan glukomanan yang berbeda. Penelitian ini merujuk pengambilan sampel dari Kabupaten Maros, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Bantaeng dan dilakukan analisis laboratorium di Laboratorium Biologi Molekuler Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor, Jawa Barat. Metode pengujian digunakan berbasis genetik dengan pengujian DNA secara kuantitatif dan kualitatif, dianalisis secara Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTSYS) dengan metode Sequential, Agglomerative, Hierarchical, and Nested Clustering (SAHN). Ukuran derajat jarak kemiripan genetik tanaman porang ditetapkan berdasarkan koefisien kemiripan (similarity coefficient) dengan menggunakan metode Group Average Clustering. Hasil data ditampilkan pohon filogenetik yang membentuk empat kelompok berdasarkan 10 penanda molekuler RAPD berdasarkan nilai koefisien kemiripannya adalah 0,61. Berdasarkan hal tersebut diperoleh hubungan kekerabatan tanaman porang terdekat adalah MR3, BL3, BT3, MR4, BL4, BT4, MR5, BT5, BL6, BT6, dan BL9, kemudian BL8, dan BT8. Penelitian ini penting dilanjutkan untuk mendapatkan karakter morfologi dan fisiologi tanaman porang di tiga kabupaten ini.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman Porang dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok berdasarkan analisis keragaman genetik.Kelompok I terdiri dari 24 tanaman yang memiliki tingkat kemiripan tertinggi.Sampel MR3, BL3, BT3, MR4, BL4, BT4, MR5, BT5, BL6, BT6, dan BL9, serta BL8 dan BT8 menunjukkan hubungan kekerabatan terdekat berdasarkan penanda molekuler RAPD.Hasil penelitian ini memberikan informasi penting untuk pengembangan program pemuliaan tanaman Porang dan pemahaman keragaman genetik pada populasi lokal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran untuk penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkarakterisasi karakter morfologi dan fisiologi tanaman Porang di ketiga kabupaten (Maros, Bulukumba, dan Bantaeng) guna melengkapi data keragaman genetik yang telah diperoleh. Kedua, investigasi mengenai hubungan antara keragaman genetik dengan kandungan glukomanan pada umbi Porang dapat dilakukan, yang dapat memberikan informasi penting untuk program pemuliaan tanaman Porang dengan fokus pada peningkatan kualitas produk. Ketiga, studi komparatif keragaman genetik Porang dari Sulawesi Selatan dengan populasi Porang dari wilayah lain di Indonesia dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai distribusi dan evolusi Porang di Indonesia, serta mengidentifikasi potensi sumber plasma nutfah yang unik. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi penggunaan penanda molekuler lain seperti SSR atau SNP untuk analisis keragaman genetik yang lebih akurat dan menyeluruh, serta mengkaji pengaruh faktor lingkungan terhadap ekspresi genetik tanaman Porang.

  1. QTL Mapping linked to downy mildew resistance genes in maize (Zea mays) | Biodiversitas Journal of Biological... smujo.id/biodiv/article/view/5760QTL Mapping linked to downy mildew resistance genes in maize Zea mays Biodiversitas Journal of Biological smujo biodiv article view 5760
  1. #kualitas produk#kualitas produk
  2. #food security mamuju#food security mamuju
Read online
File size955.92 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-1Jv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test