WYMWYM

Jurnal Bina AkuntansiJurnal Bina Akuntansi

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari faktor fraud hexagon yaitu financial stability, nature of industry, total accrual total asset, CEOs Education, frequent number of CEOs picture, state owned enterprise terhadap potensi kecurangan laporan keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan objek perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling, menghasilkan 164 sampel. Hasil penelitian menunjukkan financial stability, nature of industry dan total accrual total asset berpengaruh positif terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. CEOs education, frequent number of CEOs picture, dan state owned enterprise tidak berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Variabel moderasi kualitas audit terbukti mampu memoderasi pengaruh positif financial stability terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Variabel moderasi kualitas audit tidak mampu memoderasi pengaruh positif nature of industry dan total accrual total asset terhadap potensi kecurangan laporan keuangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial stability, nature of industry, dan total accrual total asset berpengaruh positif terhadap potensi kecurangan laporan keuangan.CEOs education, frequent number of CEOs picture, dan state owned enterprise tidak berpengaruh signifikan terhadap potensi kecurangan laporan keuangan.Kualitas audit mampu memoderasi pengaruh financial stability terhadap potensi kecurangan laporan keuangan, tetapi tidak mampu memoderasi pengaruh nature of industry dan total accrual total asset.Perusahaan perlu meningkatkan transparansi dan pengawasan internal untuk mencegah kecurangan laporan keuangan.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh teori fraud diamond atau fraud pentagon terhadap kecurangan laporan keuangan dengan variabel moderasi lain seperti corporate governance. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor baru yang memengaruhi kecurangan laporan keuangan, seperti dampak teknologi informasi pada pengawasan internal. 3. Penelitian dapat dikembangkan dengan membandingkan efektivitas metode deteksi kecurangan laporan keuangan seperti F-Score atau Re-Statement Laporan Keuangan di berbagai sektor industri.

  1. Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Fraudulent Laporan Keuangan pada Perusahaan Sub Sektor Makanan... journal.maranatha.edu/index.php/jam/article/view/3956Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Fraudulent Laporan Keuangan pada Perusahaan Sub Sektor Makanan journal maranatha edu index php jam article view 3956
  2. Financial Statement Fraud: The Predictive Relevance of Fraud Hexagon Theory | JASF: Journal of Accounting... doi.org/10.33005/jasf.v5i1.249Financial Statement Fraud The Predictive Relevance of Fraud Hexagon Theory JASF Journal of Accounting doi 10 33005 jasf v5i1 249
Read online
File size339.29 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test