WYMWYM

Jurnal Bina AkuntansiJurnal Bina Akuntansi

Dalam penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional, Loan to Deposit Ratio, dan Net Interest Margin terhadap Return On Asset pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode yang dipergunakan yakni penelitian deskriptif kuantitatif, serta data sekunder berbentuk laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan tercatat BEI jangka 2018-2022. Populasi pengkajian sebanyak 46 perbankan tercatat BEI. Mekanisme pengumpulan sampel yakni purposive sampling, diperoleh sebanyak 23 perusahaan perbankan dengan memakai alat bantu program IBM SPSS versi 29. Temuan penelitian ini yaitu Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Net Interest Margin (NIM) terhadap Return On Asset (ROA). Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Net Interest Margin (NIM) secara simultan berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA).

Berlandaskan perolehan pengkajian dan penjelasan terlebih dahulu, simpulan mengenai Pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Net Interest Margin (NIM) terhadap Return On Assets (ROA) pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022 yakni.BOPO berpengaruh negatif dan signifikan dengan ROA.Temuan membuktikan makin kecil standar BOPO, dapat menyebabkan makin bagus kemampuan manajemen perusahaan dalam melakukan kegiatan operasional.Demikian pula sebaliknya, nilai BOPO yang makin tinggi dapat menyebabkan intensitas manajemen perusahaan perbankan untuk melakukan kegiatan operasional makin menurun.Temuan membuktikan angka LDR besar ataupun rendah tanpa mempengaruhi nilai ROA yang perbankan peroleh.Adanya peningkatan LDR yang tinggi di atas batas maksimum akan mengakibatkan ROA dapat menurun atau meningkat disebabkan karena nilai kredit akan mengakibatkan besarnya risiko kredit.Jika risiko kredit yang perbankan salurkan memperoleh masalah, sehingga dapat mengakibatkan perbankan kesusahan dalam merehabilitasi dana masyarakat yang dititipkan maka akan berdampak penurunan laba.NIM berpengaruh positif dan signifikan dengan ROA.Temuan membuktikan angka NIM diperoleh makin besar dapat mengoptimalkan pendapatan bunga terhadap aset produktif yang dijalankan oleh perbankan, hal ini memungkinkan kondisi perbankan semakin rendah untuk mendapatkan masalah, dan memperlihatkan perbankan semakin kondusif dalam penerapan aset perusahaan dalam membentuk kredit yang nantinya dapat meningkatkan ROA yang membuat performa keuangan perbankan akan semakin kontributif dan meningkat.BOPO, LDR, dan NIM secara simultan berpengaruh positif dan signifikan dengan ROA.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, saran yang diberikan adalah bagi manajemen perusahaan perbankan untuk mengendalikan BOPO dan NIM perusahaan, sehingga keuangan dapat stabil dan meningkatkan kemampuan serta keuntungan perusahaan. Selain itu, manajemen perusahaan perlu memanifestasikan pengelolaan angsuran untuk meminimalkan kredit bermasalah. Bagi penanam modal, disarankan untuk mempelajari laporan keuangan dan rasio keuangan sebelum melakukan investasi, terutama perusahaan dengan nilai BOPO kecil yang menunjukkan profit yang lebih tinggi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memasukkan variabel rasio keuangan lain seperti Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Non-Performing Loan (NPL), serta memperpanjang jangka waktu penelitian untuk memperoleh hasil yang lebih teliti, komprehensif, dan eksplisit.

Read online
File size318.27 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test