JPTAMJPTAM

Jurnal Pendidikan TambusaiJurnal Pendidikan Tambusai

Unstable Angina Pectoris (UAP) merupakan kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular akibat penyempitan arteri koroner yang memicu iskemia miokard dengan manifestasi utama nyeri dada akut. Tujuan: Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi non-farmakologis aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien UAP. Secara global, World Health Organization (WHO,2021) mencatat penyakit kardiovaskular menyebabkan 17,9 juta kematian per tahun. (American Heart Association, 2021) melaporkan bahwa Penyakit Jantung Koroner (PJK) secara spesifik menyebabkan 17,3 juta kematian per tahun dan diprediksi meningkat menjadi 836.456 kematian pada tahun 2030. Di Indonesia, (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2019) mencatat sebanyak 2.650.340 orang terdiagnosis penyakit jantung, dengan prevalensi nasional mencapai 1,92%. Untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Riskesdas, 2018), prevalensi penyakit jantung tercatat sebesar 1,9% (Kemenkes, 2021). Berdasarkan data rekam medis di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, tercatat sebanyak 241 penderita mengalami Unstable Angina Pectoris yang dirawat di Ruangan Melati. Studi kasus ini melibatkan 5 pasien UAP di RSUD Undata. Intervensi berupa inhalasi aromaterapi lavender via diffuser (4–5 tetes/100–150 ml air) selama 60 menit sehari selama 3 hari. Skala nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Sebelum intervensi, seluruh pasien mengalami nyeri sedang hingga berat (skala 5–7). Setelah 3 hari pemberian aromaterapi lavender, terjadi penurunan tingkat nyeri secara signifikan menjadi skala ringan (skala 1–2). Inhalasi aromaterapi lavender efektif sebagai terapi komplementer dalam menurunkan tingkat nyeri dada dan meningkatkan kenyamanan pasien UAP.

Penerapan inhalasi aromaterapi lavender efektif mengatasi masalah keperawatan nyeri akut pada pasien Unstable Angina Pectoris (UAP) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah melalui penurunan skala nyeri dari sedang-berat menjadi ringan.Terapi komplementer berbasis bukti ini aman, ekonomis, dan memberikan efek relaksasi yang menurunkan beban kerja jantung.Pihak manajemen RSUD Undata disarankan menyusun Standar Prosedur Operasional (SPO) aromaterapi lavender untuk mengoptimalkan pelayanan pasien jantung.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas aromaterapi lavender pada sampel yang lebih besar dengan kelompok kontrol untuk memvalidasi hasil. Selain itu, penelitian perlu menginvestigasi dampak jangka panjang aromaterapi lavender terhadap stabilitas hemodinamik pasien UAP. Saran lainnya adalah mengeksplorasi kombinasi aromaterapi lavender dengan metode non-farmakologis lainnya, seperti teknik relaksasi, untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan nyeri. Penelitian ini juga harus mempertimbangkan parameter fisiologis tambahan seperti tekanan darah dan frekuensi nadi untuk memperkuat bukti efektivitas intervensi.

Read online
File size154.9 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test