STAITARUNASTAITARUNA

Tarunaedu: Journal of Education and LearningTarunaedu: Journal of Education and Learning

Pendidikan Islam pada masa Orde Lama (1945–1966) mengalami berbagai tantangan, baik dari segi kebijakan pemerintah, kondisi sosial politik, maupun keterbatasan sarana pendidikan. Meskipun demikian, periode ini menjadi titik awal yang penting bagi terbentuknya fondasi kuat bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perkembangan pendidikan Islam pada masa Orde Lama, serta memahami peran tokoh-tokoh Islam dan lembaga pendidikan dalam mempertahankan eksistensi pendidikan agama di tengah dinamika politik nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang bersifat historis, melalui penelusuran berbagai literatur, arsip, dan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan Islam pada masa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan Kementerian Agama pada 3 Januari 1946 menjadi langkah awal yang signifikan karena untuk pertama kalinya urusan pendidikan agama diatur secara resmi oleh negara. Di sisi lain, pesantren dan madrasah tetap berperan aktif sebagai pusat pendidikan Islam yang menanamkan nilai-nilai moral, keagamaan, dan kebangsaan. Tokoh-tokoh seperti KH. Hasyim Asyari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Zainal Mustafa, dan H.M. Rasjidi memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan pengakuan pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional. Dengan demikian, masa Orde Lama memberikan dasar yang kokoh bagi lahirnya sistem pendidikan Islam di Indonesia dan menjadi pijakan penting bagi perkembangan pendidikan Islam pada periode-periode berikutnya.

Perkembangan pendidikan Islam pada masa Orde Lama (1945–1966) menjadi fondasi penting bagi sistem pendidikan Islam di Indonesia.Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana dan kebijakan pemerintah yang belum optimal, pendidikan Islam tetap bertahan berkat peran pesantren, madrasah, dan tokoh-tokoh Islam.Pembentukan Kementerian Agama pada 1946 menjadi langkah awal pengakuan resmi pendidikan agama oleh negara.Pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama tetapi juga menjaga nilai keislaman dan kebangsaan.Ahmad Dahlan memperkuat pengakuan pendidikan Islam dalam sistem nasional.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran pesantren dalam sistem pendidikan modern, khususnya dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan kurikulum nasional. Selanjutnya, analisis dampak kebijakan Kementerian Agama terhadap pengembangan pendidikan Islam di daerah terpencil dapat menjadi fokus penelitian baru. Terakhir, studi tentang tantangan integrasi pendidikan agama dan umum di masa Orde Lama dapat dikembangkan untuk memahami dinamika pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

  1. JOS | Universitas Jenderal Soedirman. jos universitas jenderal soedirman skip main content navigation... jos.unsoed.ac.id/index.php/matan/article/view/2037JOS Universitas Jenderal Soedirman jos universitas jenderal soedirman skip main content navigation jos unsoed ac index php matan article view 2037
  2. Kebijakan Pendidikan Islam di Era Orde Lama dan Orde Baru | Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (JASIKA).... doi.org/10.18196/jasika.v2i2.34Kebijakan Pendidikan Islam di Era Orde Lama dan Orde Baru Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan JASIKA doi 10 18196 jasika v2i2 34
Read online
File size537.03 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test