UMMATUMMAT

JUSTEKJUSTEK

Untuk proses pengolahan air demineral, air dari Portable Water Pound yang dipompakan menuju Reverse Osmosis membutuhkan tenaga yang diberikan oleh pompa. Pompa yang digunakan ialah pompa sentrifugal. Air yang dipompakan menuju Reverse Osmosis membutuhkan tekanan dari pompa sentrifugal tersebut agar fluida bisa sampai ke dalam Reverse Osmosis. Dalam suatu sistem perpipaan, aliran fluida dalam industri pengolahan air mengalami penurunan tekanan (Pressure Drop). Penurunan tekanan tersebut disebabkan karena fluida yang mengalir mengalami gesekan di sepanjang aliran fluida seperti panjang pipa, diameter pipa, kekasaran pipa, viskositas fluida dan adanya komponen yang terpasang sepanjang sistem perpipaan seperti Gate Valve, Sambungan T, dan Belokan (Bend) yang dilalui oleh fluida tersebut. Karakteristik aliran fluida dapat ditentukan berdasarkan bilangan Reynold (Re). Bilangan Reynold adalah rasio antara gaya inersia terhadap gaya viskos yang mengkuantifikasikan hubungan kedua tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu. Dengan diketahui bilangan Reynold jenis aliran fluida dapat ditentukan laminar atau turbulen. Dalam aliran laminar kerugian tekanan pada aliran sebanding dengan kecepatan fluida, tetapi untuk aliran turbulen kerugian tekanan sebanding dengan kecepatan fluida. Terdapat tiga jenis aliran fluida yaitu aliran laminar dengan Re<2300, aliran transisi dengan 23004000. Aliran laminar didefinisikan sebagai aliran fluida yang bergerak lapisan-lapisan atau lamina-lamina dengan setiap lapisan yang bergerak (Abbas, 2014; Jalaluddin et al., 2019). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kehilangan tekanan dan bilangan Reynold. Metode yang digunakan mencakup perhitungan debit aliran, bilangan Reynolds, dan kehilangan tekanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada diameter pipa 15 cm dengan panjang pipa dan fitting 5,0303 m menghasilkan rata-rata bilangan Reynold dengan debit fluida rata-rata sebesar 20,8 m3/jam sebesar 61.411,46 (turbulensi). Sementara itu, pada diameter 10 cm dengan panjang pipa dan fitting 27,2228 m menghasilkan rata-rata bilangan Reynold dengan debit fluida yang sama sebesar 86.671,40 (turbulensi). Kehilangan tekanan total yang diperoleh pada suhu 32 0C adalah sebesar 323.382,68 Pa. Debit aliran air memiliki hubungan positif dengan kehilangan tekanan dalam pipa. Semakin tinggi debit aliran, semakin besar kehilangan tekanan yang terjadi. Bilangan Reynolds juga berbanding lurus dengan debit aliran, yang menunjukkan bahwa semakin besar debit aliran, semakin besar pula nilai Reynolds dan aliran akan mengalami turbulensi.

Ditinjau dari hasil dan analisis data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa total kehilangan tekanan pada proses pengolahan air demin dari Portable Water Pound menuju Reverse Osmosis mencapai 323.380,04 Pa untuk kedua diameter pipa dan bilangan Reynolds untuk pipa dengan diameter 15 cm dan 10 cm masing-masing sebesar 61.Semakin tinggi debit aliran yang diberikan maka semakin besar pula kehilangan tekanan yang terjadi di dalam perpipaan.Adapun saran yang dapat diberikan adalah pada sistem perpipaan sebaiknya pipa-pipa yang terpasang sering dilakukan pemeriksaan secara berkala agar terhindar dari pipa yang tersumbat, korosi dan kebocoran pipa sehingga pengaliran fluida pada saat proses berlangsung dengan lancar.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh panjang pipa dan diameter pipa pada kehilangan tekanan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai konfigurasi pipa dan komponen perpipaan, serta menganalisis hubungan antara panjang pipa, diameter pipa, dan kehilangan tekanan. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengaruh suhu dan viskositas fluida terhadap kehilangan tekanan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika aliran fluida dalam sistem perpipaan dan membantu dalam perancangan sistem pengolahan air yang lebih efisien.

  1. CHEESA : Chemical Engineering Research Articles. analisis batu bara unit dryer pengeringan pupuk npk... doi.org/10.25273/cheesa.v4i1.7830.11-17CHEESA Chemical Engineering Research Articles analisis batu bara unit dryer pengeringan pupuk npk doi 10 25273 cheesa v4i1 7830 11 17
Read online
File size423.87 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test