JOURNALSJOURNALS

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Indonesia (JISHI)Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Indonesia (JISHI)

Kemajuan teknologi tidak hanya berfungsi untuk mempermudah pekerjaan dalam bidang industri namun juga telekomunikasi. Hampir dapat dipastikan setengah orang dewasa di Indonesia telah memiliki ponsel. Penggunaan ponsel guna keperluan telekomunikasi pada akhirnya membawa permasalahan baru. Alexithymia yaitu sebuah gangguan sub klinis dimana penderitanya tidak mampu mengenali perasaan diri sendiri maupun orang lain. Gangguan tersebut dapat timbul kemungkinan akibat minimnya interaksi dengan orang lain. Penelitian ini adalah literature review dengan tujuan mengetahui gejala alexithymia pada generasi milenial. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa beberapa penelitian memaparkan bahwa mayoritas penderita alexithymia adalah laki-laki. Hal tersebut tidak lepas dari budaya yang diajarkan selama usia pertumbuhan yang membawa sifat maskulin yang dominan. Sifat maskulin yang dominan tersebut yang akhirnya membuat laki-laki cenderung terbiasa tidak memperlihatkan emosinya ketika meluapkan emosi. Alexithymia juga berkaitan dengan tingkat kecemburuan, sifat agresi dan fleksibilitas kognitif pada seseorang.

Generasi milenial memiliki kerentanan menderita alexithymia, yaitu hilangnya kemampuan mengungkapkan emosi secara langsung, kurang empati dan kurang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.Alexithymia dapat diikuti oleh gangguan-gangguan lain seperti depresi, kecemasan, maupun stress dan menghambat produktifitas individu.Bagi Generasi milenials diharapkan dapat menyeimbangkan antara interaksi di dunia maya dengan interaksi langsung di lingkungan sekitarnya.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbedaan alexithymia berdasarkan jenis kelamin dengan pendekatan kualitatif untuk memahami dinamika budaya yang memengaruhi ekspresi emosi. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengamati dampak jangka panjang penggunaan teknologi terhadap pengembangan emosional generasi milenial. Terakhir, penelitian intervensi berbasis komunitas perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya interaksi sosial langsung dalam mencegah risiko alexithymia.

  1. Hubungan Alexithymia dengan Kecanduan Media Sosial pada Remaja di Jakarta Selatan | SCRIPTA SCORE Scientific... doi.org/10.32734/scripta.v1i2.1229Hubungan Alexithymia dengan Kecanduan Media Sosial pada Remaja di Jakarta Selatan SCRIPTA SCORE Scientific doi 10 32734 scripta v1i2 1229
  2. Psychological Capital Mediating the Relationship Between Childhood Tra | PRBM | Dove Medical Press. capital... dovepress.com/psychological-capital-mediating-the-relationship-between-childhood-tra-peer-reviewed-fulltext-article-PRBMPsychological Capital Mediating the Relationship Between Childhood Tra PRBM Dove Medical Press capital dovepress psychological capital mediating the relationship between childhood tra peer reviewed fulltext article PRBM
  3. Keterkaitan Alexithymia dengan Perilaku Agresif pada Remaja Laki-Laki | Proceedings of The ICECRS. keterkaitan... doi.org/10.21070/picecrs.v2i1.2411Keterkaitan Alexithymia dengan Perilaku Agresif pada Remaja Laki Laki Proceedings of The ICECRS keterkaitan doi 10 21070 picecrs v2i1 2411
  4. Struktur Internal dan Validitas Konstruk dari Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) dengan Sampel Mahasiswa... journal.uinjkt.ac.id/index.php/jp3i/article/view/15450Struktur Internal dan Validitas Konstruk dari Toronto Alexithymia Scale TAS 20 dengan Sampel Mahasiswa journal uinjkt ac index php jp3i article view 15450
Read online
File size714.93 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test