STPMATARAMSTPMATARAM

Journal Of Responsible TourismJournal Of Responsible Tourism

Kawasan Sanur, Bali, memiliki karakteristik unik sebagai destinasi leisure yang sedang bertransformasi menjadi pusat MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Strategi ini bertujuan untuk merumuskan pengembangan MICE pada hotel di Sanur guna meningkatkan okupansi, khususnya pada periode non-peak. Objek penelitian adalah tiga hotel sampel: Prime Plaza Hotel Sanur, Segara Village Hotel, dan Griya Santrian, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, Focus Group Discussion (FGD), serta laporan internal tren okupansi (2022–2025). Analisis dilakukan secara komprehensif menggunakan matriks IFAS–EFAS, SWOT, dan Business Model Canvas (BMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis hotel di Sanur berada pada Kuadran I (Growth) dengan skor IFAS 3,60 dan EFAS 3,30, yang mengindikasikan kesiapan untuk ekspansi pasar secara agresif. Kekuatan utama terletak pada lokasi strategis dan kualitas pelayanan, namun dibatasi oleh kelemahan berupa kapasitas kamar individu dan kompetensi spesifik SDM pemasaran MICE. Temuan utama penelitian ini adalah Model Strategi Sanur Collective MICE Excellence, yang mengedepankan sinergi lintas-hotel (konsorsium) untuk mengatasi keterbatasan kapasitas fisik melalui paket layanan terintegrasi. Implementasi model ini, yang didukung oleh digital re-branding dan sinkronisasi dengan KEK Sanur, diproyeksikan mampu meningkatkan okupansi pada periode non-peak hingga 15% serta menstabilkan pendapatan.

Penelitian ini merekomendasikan manajemen hotel untuk mengadopsi model kolaboratif dan sertifikasi kompetensi SDM MICE.pemerintah diharapkan memperkuat regulasi pendukung dan kalender event destinasi.serta akademisi dapat mengembangkan model prediksi okupansi berbasis data dinamis.Temuan ini memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat daya saing Sanur sebagai destinasi MICE profesional yang tangguh di tingkat internasional.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak digital re-branding terhadap daya tarik Sanur sebagai destinasi MICE, menganalisis peran budaya lokal dalam meningkatkan pengalaman peserta event, serta mengkaji efektivitas regulasi pemerintah dalam memfasilitasi kolaborasi antar hotel. Selain itu, penting untuk mengevaluasi model prediksi okupansi berbasis data dinamis yang lebih akurat, membandingkan strategi kolaborasi Sanur dengan kawasan MICE lain di Indonesia, serta mengkaji dampak jangka panjang dari pengembangan KEK terhadap ekonomi lokal. Penelitian juga bisa fokus pada pengembangan SDM MICE melalui pelatihan berbasis kompetensi, studi tentang kepuasan peserta event, dan analisis keterlibatan sektor swasta dalam promosi Sanur sebagai destinasi MICE.

Read online
File size315.36 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test