JURNALUGNJURNALUGN
STATIKASTATIKADimasa kini banyak terdapat pekerjaan pembangunan gedung berbagai tipe dan ukuran, begitu juga tidak terlepas dari rencana anggaran biaya yang bervariasi untuk setiap bangunan yang direncankan. Tugas akhir perbandingan ini bertujuan untuk mendapatkan selisih Perbandingan . Penelitian ini pelaksanaannya diawali dengan mengumpulkan data kualitatif mengambil data dengan cara survey lapangan, perhitungan, serta mengumpulkan data terkait, kemudian mengumpulkan data dengan cara kuantitatif yaitu mencari sumber data berupa tulisan dan jurnal terkait, setelah data dikumpulkan selanjutnya data diolah dengan cara menghitung volume pekerjaan, selanjutnya dilakukan analisa pada setiap harga dan item pekerjaan.
Berdasarkan hasil analisa perbandingan pelat lantai bondek dan pelat lantai konvensional yang dilakukan, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu.Adapun jumlah biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan pelat lantai bondek sebesar Rp.sehingga diperoleh selisih biaya sebesar Rp 11.Adapun waktu pelaksanaan untuk pekerjaan pelat bondek selama 5 hari sedangkan pelat konvensional selama 13 hari sehingga waktu pelaksanaan diperoleh selama 8 hari.Metode bondek meningkatkan produktivitas tenaga kerja karena lembaran baja bergelombang dapat berfungsi sebagai platform pekerjaan, memungkinkan pekerjaan dilakukan secara simultan.Sebaliknya, metode konvensional memerlukan tenaga kerja lebih banyak dan waktu lebih lama, sehingga produktivitas per orang lebih rendah.Secara keseluruhan, bondek unggul dalam efisiensi waktu kerja, sedangkan konvensional lebih efisien secara nominal dari sisi biaya material.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan beberapa hal untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja dalam metode pelat lantai konvensional dan bondek. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak penggunaan bondek terhadap kualitas pelat lantai, terutama dalam hal kekuatan dan ketahanan terhadap beban. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan efisiensi biaya dan waktu pelaksanaan pelat lantai bondek dengan metode lain yang lebih modern, seperti sistem pelat lantai precast atau sistem pelat lantai komposit dengan bahan alternatif.
| File size | 468.38 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UMIUMI Variansi/selisih biaya tenaga kerja langsung tahun 2020 sudah efisien karena realisasi yang lebih kecil dari pada anggaran yang ditetapkan dan begitu jugaVariansi/selisih biaya tenaga kerja langsung tahun 2020 sudah efisien karena realisasi yang lebih kecil dari pada anggaran yang ditetapkan dan begitu juga
JURNALUGNJURNALUGN Material kuda-kuda yang sering dijumpai di kalangan masyarakat Kota Padangsidimpuan adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknikMaterial kuda-kuda yang sering dijumpai di kalangan masyarakat Kota Padangsidimpuan adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik
JURNALUGNJURNALUGN Dari hasil analisa data yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa biaya yang diperlukan untuk pemasangan perancah kayu bulat sebesar Rp.324.707.832,00 danDari hasil analisa data yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa biaya yang diperlukan untuk pemasangan perancah kayu bulat sebesar Rp.324.707.832,00 dan
JURNALUGNJURNALUGN Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara-cara konvensional menjadi lebih modern. Adapun tujuan penelitian ini adalahSalah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara-cara konvensional menjadi lebih modern. Adapun tujuan penelitian ini adalah
JURNALUGNJURNALUGN Seorang kontraktor /pelaksana proyek berusaha untuk mendapatkan nilai keuntungan sebesar mungkin begitu pula bagi seorang owner /pemilik modal yang berusahaSeorang kontraktor /pelaksana proyek berusaha untuk mendapatkan nilai keuntungan sebesar mungkin begitu pula bagi seorang owner /pemilik modal yang berusaha
JURNALUGNJURNALUGN Hasil tes kuat tekan benda uji silinder 7 hari, 14 hari dan 28 hari dengan bahan tambah LDPE mengalami penurunan sebesar 2,2%, 4,18%, sedangkan 14 hariHasil tes kuat tekan benda uji silinder 7 hari, 14 hari dan 28 hari dengan bahan tambah LDPE mengalami penurunan sebesar 2,2%, 4,18%, sedangkan 14 hari
JURNALUGNJURNALUGN Pada kenyataanya, Pembangunan Gedung Perkuliahan Baru Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan masih menggunakan kayu sebagai material kusen. Namun untukPada kenyataanya, Pembangunan Gedung Perkuliahan Baru Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan masih menggunakan kayu sebagai material kusen. Namun untuk
STAI TBHSTAI TBH Kedua sumber hukum ini memberikan dorongan kepada setiap individu untuk selalu berusaha meningkatkan potensi-potensi dalam dirinya baik potensi itu bermanfaatKedua sumber hukum ini memberikan dorongan kepada setiap individu untuk selalu berusaha meningkatkan potensi-potensi dalam dirinya baik potensi itu bermanfaat
Useful /
JURNALUGNJURNALUGN Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mesdeskripsikan pengaruh dan perbandingan kuat tekan beton berbahan abu batu dengan variasi pengganti agregat halusTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mesdeskripsikan pengaruh dan perbandingan kuat tekan beton berbahan abu batu dengan variasi pengganti agregat halus
LPKIALPKIA Subjek penelitian ini adalah prosedur pemberkasan, naskah dinas dan aplikasi SIDEBAR. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi PustakaSubjek penelitian ini adalah prosedur pemberkasan, naskah dinas dan aplikasi SIDEBAR. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi Pustaka
JURNALUGNJURNALUGN Indeks parkir kendaraan roda empat berkisar antara 1,13% hingga 1,26%, sedangkan untuk kendaraan roda dua antara 1,71% hingga 2,07%, yang menunjukkan bahwaIndeks parkir kendaraan roda empat berkisar antara 1,13% hingga 1,26%, sedangkan untuk kendaraan roda dua antara 1,71% hingga 2,07%, yang menunjukkan bahwa
THAMRINTHAMRIN Terdapat hubungan signifikan antara masa kerja (p=0,010), postur kerja (p=0. 002), dan beban kerja (p=0,043) dengan keluhan muskuloskeletal. SementaraTerdapat hubungan signifikan antara masa kerja (p=0,010), postur kerja (p=0. 002), dan beban kerja (p=0,043) dengan keluhan muskuloskeletal. Sementara