IAKNAIAKNA

INSTITUTIO : Jurnal Pendidikan Agama KristenINSTITUTIO : Jurnal Pendidikan Agama Kristen

Studi ini mengeksplorasi peran keluarga dalam mengatasi tantangan emosional anak dari keluarga bercerai, dengan fokus pada cara anggota keluarga merespons dan mengelola emosi anak. Penelitian dilakukan di Rumah Sokat, Maluku Tengah, dengan tiga anak berusia 4-5 tahun yang mengalami perceraian orang tua. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memahami peran keluarga dalam mendukung kesejahteraan emosional. Temuan menunjukkan bahwa keluarga berperan penting dalam membentuk perkembangan emosional anak, terutama setelah perceraian. Keluarga memberikan dukungan emosional dan fisik, membantu anak mengelola emosi seperti marah, sedih, dan kebingungan. Partisipasi anggota keluarga besar seperti kakek dan nenek menawarkan stabilitas emosional tambahan. Studi menekankan pentingnya keterlibatan keluarga yang konsisten, termasuk jaringan keluarga yang lebih luas, untuk memastikan pemulihan emosional anak. Penelitian ini menyoroti kebutuhan keluarga menciptakan lingkungan yang mendukung untuk membantu anak mengatasi dampak emosional perceraian. Rekomendasi melibatkan partisipasi komunitas seperti tetangga dan teman sebaya untuk mendukung perkembangan emosional anak. Kesadaran akan peran keluarga sangat penting untuk membantu anak membangun ketahanan dan mekanisme coping emosional sehat.

Peran keluarga dalam membentuk karakter dan pengembangan emosi anak sangat penting, terutama bagi anak yang menjadi korban perceraian orang tua.Keluarga sebagai unit sosial pertama yang dikenal anak memegang peranan penting dalam membimbing dan membentuk perkembangan fisik, emosional, dan sosial mereka.Dukungan emosional dan fisik dari keluarga membantu anak melewati berbagai tantangan, khususnya bagi anak-anak yang telah mengalami perceraian orang tua.Perceraian merupakan pengalaman yang berat dan berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis anak.Di sini, peran keluarga besar seperti kakek, nenek, om, dan tante menjadi sangat penting karena dapat mengambil alih peran pengasuhan dan mendampingi anak dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru.Dengan demikian, peran keluarga, terutama ketika menghadapi perubahan besar seperti perceraian, sangat menentukan dalam membentuk pengalaman hidup anak.Dukungan dan perhatian yang diberikan oleh keluarga, baik itu dari orang tua maupun anggota keluarga besar, memainkan peran kunci dalam membantu anak menyesuaikan diri dengan kondisi baru yang mungkin tidak mudah bagi mereka.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikemukakan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi peran anggota keluarga besar seperti kakek, nenek, atau pamannya dalam membantu anak korban perceraian mengelola emosi mereka secara jangka panjang. Kedua, studi tentang dampak partisipasi komunitas, seperti tetangga atau organisasi lokal, dalam memberikan dukungan emosional kepada anak-anak pasca-perceraian dapat dikembangkan untuk memahami bagaimana lingkungan sosial memengaruhi pemulihan emosional mereka. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi keluarga yang berbasis pada teknik regulasi emosi, seperti mindfulness atau latihan pernapasan, dalam membantu anak mengatasi stres dan kecemasan akibat perceraian orang tua. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang strategi yang dapat diterapkan oleh keluarga dan komunitas untuk mendukung anak dalam menghadapi perubahan emosional yang kompleks.

  1. Vol. 5 No. 1 (2021) | Jurnal Basicedu. vol jurnal basicedu doi https v5i1 published articles pelaksanaan... jbasic.org/index.php/basicedu/issue/view/13Vol 5 No 1 2021 Jurnal Basicedu vol jurnal basicedu doi https v5i1 published articles pelaksanaan jbasic index php basicedu issue view 13
Read online
File size386.19 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test