UTPUTP

Jurnal Desiminasi TeknologiJurnal Desiminasi Teknologi

Manajemen waktu yang efektif merupakan faktor penentu keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini mengaplikasikan Precedence Diagram Method (PDM) untuk melakukan penjadwalan dan analisis jalur kritis pada Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Kota Muara Enim. PDM dipilih karena kemampuannya memodelkan ketergantungan logis antar aktivitas yang kompleks dan paralel secara lebih ringkas tanpa memerlukan aktivitas dummy. Berdasarkan data kuantitatif dari dokumen lelang dan laporan kemajuan proyek, dilakukan perhitungan forward dan backward pass untuk menentukan earliest start, latest finish, dan float setiap aktivitas. Hasil analisis mengidentifikasi total durasi proyek selama 25 minggu dan menemukan sembilan aktivitas kritis (B, D, F, K, O, P, Q, R, S) yang membentuk jalur kritis. Temuan ini mengonfirmasi bahwa, meskipun menghasilkan durasi proyek yang sama dengan metode Barchart konvensional, PDM memberikan keunggulan signifikan dalam memvisualisasikan dan menganalisis jalur kritis. Identifikasi ini menjadi alat pengendalian vital bagi manajer proyek untuk memprioritaskan pengawasan dan mengantisipasi potensi keterlambatan. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan PDM memberikan kerangka penjadwalan yang lebih bernuansa dan strategis untuk optimasi waktu dalam manajemen proyek konstruksi.

Dari hasil aplikasi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perhitungan waktu yang dibutuhkan pada pelaksanaan pekerjaan tersebut selama 25 minggu, pekerjaan kritis yang perlu diperhatikan adalah pekerjaan B, D, F, K, O, P, Q, R, dan S.Hasil analisa perencanaan jadwal pekerjaan hasil akhir menggunakan Network Precedence Diagram Method (PDM) menghasilkan waktu 25 minggu bila hasil menggunakan Barchart hasil yang didapat selama 28 minggu, sehingga terdapat waktu yang optimal selama 3 minggu pelaksanaan.Dengan menggunakan metode Network Precedence diagram Method (PDM) dapat menampilkan daerah Jalur Kritis (Critical Path Method).Bila menggunakan Barchart atau Gant Chart pekerjaan kritis yang dibutuhkan tidak terlihat, sementara pekerjaan kritis tersebut sangatlah perlu untuk dianalisis dalam setiap pekerjaan proyek yang sangat berguna untuk mengontrol pekerjaan dimana pekerjaan yang termasuk dalam jalur kritis tidak boleh mengalami keterlambatan pada saat pekerjaan dilaksanakan.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan alat digital berbasis PDM untuk menyederhanakan visualisasi jalur kritis, terutama untuk proyek skala besar dengan banyak aktivitas paralel. Selain itu, studi tentang integrasi PDM dengan metode lain seperti Building Information Modeling (BIM) bisa dilakukan untuk meningkatkan akurasi perencanaan waktu. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pelatihan manajer proyek untuk memahami kompleksitas PDM, khususnya dalam mengidentifikasi float dan mengelola risiko keterlambatan pada aktivitas kritis. Dengan menggabungkan teknologi dan pendekatan pelatihan, diharapkan efektivitas PDM dalam manajemen waktu proyek konstruksi dapat ditingkatkan secara signifikan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan PDM dalam proyek infrastruktur berbasis komunitas, seperti pembangunan pasar rakyat di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan sumber daya. Selain itu, analisis dampak penggunaan PDM terhadap biaya proyek dan kualitas hasil konstruksi juga layak diteliti lebih lanjut. Penelitian lanjutan juga bisa membandingkan efektivitas PDM dengan metode lain seperti Critical Path Method (CPM) dalam konteks spesifik, seperti proyek dengan timeline singkat atau proyek yang melibatkan banyak pihak. Dengan demikian, akan tercipta rekomendasi yang lebih matang untuk pemilihan metode penjadwalan proyek konstruksi.

Read online
File size1.16 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test