UNISKAUNISKA

AKUNTANSIAKUNTANSI

Kebijakan moneter global berperan sebagai penggerak dinamika pasar modal, tetapi dampak perubahan kebijakan domestik dan internasional secara bersamaan masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini menyelidiki reaksi pasar terhadap Double Dovish Effect, ditandai dengan penurunan suku bunga secara bersamaan oleh Bank Indonesia dan Federal Reserve, dalam sektor properti dan real estate Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode event study untuk menganalisis abnormal return dan cross-sectional analysis untuk mengidentifikasi peran karakteristik perusahaan di antara 75 perusahaan sampel. Temuan menunjukkan bahwa reaksi pasar tidak langsung tercermin dalam pergerakan harga saham jangka pendek, menunjukkan bahwa peserta pasar telah mengantisipasi arah kebijakan sebelum pengumuman resmi. Karakteristik perusahaan, khususnya ukuran perusahaan, likuiditas, dan kepemilikan institusional, memainkan peran signifikan dalam membentuk respons pasar dibandingkan indikator keuangan lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reaksi pasar terhadap kebijakan moneter bergantung pada konteks dan dipengaruhi oleh sifat jangka panjang sektor properti. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk memperluas cakupan ke sektor lainnya dan memasukkan variabel seperti sentimen pasar. Bagi investor, memahami siklus bisnis sektoral penting untuk mengelola risiko, sedangkan regulator harus memprioritaskan transparansi dalam komunikasi kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengumuman kebijakan penurunan suku bunga secara bersamaan oleh Bank Indonesia dan Federal Reserve tidak memicu pergerakan harga saham secara mendadak pada sektor properti dan real estat.Para pelaku pasar telah mengantisipasi arah kebijakan tersebut sehingga informasi sudah terserap ke dalam harga saham sebelum pengumuman resmi dilakukan.Karakteristik internal perusahaan turut menentukan stabilitas reaksi pasar, perusahaan berskala besar dan memiliki porsi kepemilikan institusional tinggi cenderung menunjukkan pergerakan harga yang lebih tenang.Investor dalam sektor ini lebih menitikberatkan perhatian pada kondisi ekonomi makro dan ekspektasi masa depan dibandingkan indikator kinerja keuangan internal seperti tingkat keuntungan atau beban utang.Sektor properti yang memiliki siklus bisnis panjang dan ketergantungan tinggi pada pendanaan cenderung merespons perubahan kebijakan moneter secara bertahap.Keterbatasan penelitian ini terletak pada fokus pengamatan yang hanya mencakup satu sektor industri sehingga belum menggambarkan dinamika seluruh pasar modal.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perluasan cakupan analisis ke sektor lain yang memiliki sensitivitas berbeda, seperti perbankan atau manufaktur, untuk memberikan gambaran pasar yang lebih menyeluruh. Kedua, mempertimbangkan pengaruh sentimen global dan situasi geopolitik yang dapat memengaruhi efektivitas kebijakan moneter. Ketiga, studi mendatang juga perlu mempertimbangkan siklus bisnis spesifik dan faktor eksternal daripada hanya mengandalkan laporan keuangan perusahaan saat mengambil keputusan investasi. Keempat, strategi investasi jangka pendek perlu disesuaikan dengan hati-hati karena reaksi pasar terhadap kebijakan pemerintah tidak selalu terjadi seketika. Kelima, pembuat kebijakan diharapkan terus meningkatkan kejelasan dan transparansi komunikasi karena persepsi pelaku pasar yang terbentuk sebelum kebijakan ditetapkan sangat menentukan stabilitas harga saham. Terakhir, koordinasi yang baik antara otoritas moneter akan membantu memperkuat kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar modal secara kolektif.

  1. REAKSI PASAR SAHAM PERUSAHAAN FARMASI SEBELUM DAN SESUDAH COVID-19 DI INDONESIA | Jurnal Aplikasi Akuntansi.... jaa.unram.ac.id/index.php/jaa/article/view/112REAKSI PASAR SAHAM PERUSAHAAN FARMASI SEBELUM DAN SESUDAH COVID 19 DI INDONESIA Jurnal Aplikasi Akuntansi jaa unram ac index php jaa article view 112
Read online
File size680.75 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test