IAIN PALANGKARAYAIAIN PALANGKARAYA

Just a moment...Just a moment...

Wabah penyakit coronavirus 2019 (Covid-19) merupakan tantangan global yang memengaruhi perekonomian, termasuk kinerja dan fungsi lembaga keuangan di Indonesia. PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mengalami peningkatan risiko kredit dan penurunan volume penjualan pada tahun 2020 sebesar 45,75% dibandingkan 2019 sebelum wabah. Namun, pasca-Covid-19, MTF berhasil menerapkan strategi untuk meningkatkan risiko kredit dan volume penjualan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis penerapan strategi pemasaran serta restrukturisasi kredit MTF dalam menyelamatkan kredit buruk pelanggan di era dan pasca-Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan analisis laporan keuangan. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Dalam kasus penurunan penjualan, MTF menerapkan strategi pemasaran yang lebih aktif berdasarkan komponen strategi pemasaran Kotler, yaitu segmentasi, targeting, dan positioning, yang berdampak pada volume penjualan MTF yang meningkat 34,98% pada 2021 dan 47,77% pada 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam kasus kredit buruk dan pelanggan gagal bayar, solusinya adalah restrukturisasi kredit sesuai kondisi pelanggan. Ini berdampak pada pergerakan rasio NPF dari 2019 hingga 2022 di bawah 1%.

MTF telah menerapkan beberapa strategi sebagai solusi untuk mengatasi kendala yang muncul di era dan pasca-Covid-19 di Indonesia.Mengenai masalah penurunan penjualan, berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa solusi untuk mengatasi penurunan penjualan adalah lebih aktif dalam melaksanakan strategi pemasaran sesuai komponen strategi pemasaran yang diajukan Kotler, yaitu segmentasi, targeting, dan positioning.Ini berdampak pada volume penjualan MTF yang meningkat 34,98% pada 2021 dan 47,77% pada 2022 dibandingkan tahun sebelumnya.Peningkatan volume penjualan ini berdampak pada laba tahunan MTF yang meningkat 545 miliar dari kerugian 299,99 miliar pada 2020.Pertumbuhan laba tahunan MTF pada 2022 juga meningkat 205,11% dibandingkan tahun sebelumnya.Dalam masalah kredit buruk dan gagal bayar pelanggan, berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa solusi untuk mengatasi masalah ini adalah restrukturisasi kredit sesuai kondisi pelanggan.Ini berdampak pada pergerakan rasio NPF dari 2019 hingga 2022 di bawah 1%.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi jangka panjang efektivitas program restrukturisasi kredit yang diterapkan MTF pasca-Covid-19 terhadap kesehatan portofolio kredit dan kepuasan pelanggan. Selain itu, analisis perbandingan strategi pemasaran yang berbeda (misalnya, digital marketing vs. konvensional) dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pendekatan terbaik dalam meningkatkan penjualan di masa krisis. Terakhir, penelitian bisa mengeksplorasi dampak inovasi teknologi seperti AI dan big data dalam memperbaiki manajemen risiko kredit dan personalisasi layanan pelanggan di industri pembiayaan.

  1. Loss Accounting Practices among Takjil Sellers Grounded in Local Cultural And Religious Values | AL-QARDH.... doi.org/10.23971/jaq.v8i2.6509Loss Accounting Practices among Takjil Sellers Grounded in Local Cultural And Religious Values AL QARDH doi 10 23971 jaq v8i2 6509
Read online
File size497.31 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test