PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING
Peradaban Journal of Religion and SocietyPeradaban Journal of Religion and SocietyPenggunaan hermeneutika dalam penafsiran Al-Quran masih menjadi perdebatan dalam studi Islam kontemporer, khususnya mengenai kesesuaian epistemologisnya dengan tradisi tafsir Islam. Penelitian ini mengkaji pandangan yang bertolak belakang dari Fahmi Salim dan Sahiron Syamsuddin, dua akademisi Muslim Indonesia yang merumuskan respons yang sangat berbeda terhadap hermeneutika Al-Quran. Daripada mereduksi posisi keduanya sekadar pada penyimpulan “menerima atau “menolak, penelitian ini merekonstruksi asumsi-asumsi epistemologis yang melandasi pandangan mereka mengenai otoritas penafsiran, hubungan antara teks dan konteks, serta batas-batas pluralitas penafsiran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-komparatif berdasarkan karya-karya terpublikasi mereka serta literatur sekunder yang relevan, penelitian ini mengidentifikasi dua orientasi yang khas. Syamsuddin mengadopsi orientasi adaptif-integratif, yang memandang hermeneutika sebagai sumber daya metodologis yang dapat diintegrasikan secara kritis dengan Ulūm al-Qurān, khususnya melalui pendekatan manā-cum-maghzā. Sebaliknya, Salim mengadopsi orientasi kritis-protektif, yang mempertanyakan legitimasi dan urgensi metodologis hermeneutika karena landasan epistemologisnya yang berbeda. Di balik perbedaan tersebut, kedua tokoh sama-sama menegaskan pentingnya ketatnya metodologi (methodological rigor) dan kesetiaan terhadap tradisi tafsir Islam. Penelitian ini berargumen bahwa perbedaan pendapat mereka merefleksikan ketegangan yang lebih luas dalam studi Al-Quran kontemporer di Indonesia antara menjaga keberlanjutan epistemologis dengan tradisi yang diwarisi, dan memperluas batas-batas metodologis melalui perjumpaan dengan pemikiran modern. Dengan membingkai ulang perdebatan ini di luar model biner “menerima–menolak, penelitian ini menawarkan pemahaman yang lebih bernuansa mengenai bagaimana otoritas penafsiran dan legitimasi metodologis dinegosiasikan dalam studi Al-Quran kontemporer di Indonesia.
This study demonstrates that the contrasting positions of Sahiron Syamsuddin and Fahmi Salim on Quranic hermeneutics reflect two distinct epistemological orientations toward the relationship between the Islamic exegetical tradition and modern interpretive approaches.Syamsuddin adopts an adaptive-integrative orientation, viewing hermeneutics as a methodological resource that can be critically integrated with Ulūm al-Qurān, particularly through his manā-cum-maghzā approach.Fahmi Salim, by contrast, adopts a critical-protective orientation, questioning the legitimacy and necessity of hermeneutics on the grounds of its distinct epistemological foundations.Rather than constituting a simple debate over the acceptance or rejection of hermeneutics, their divergence fundamentally concerns the sources of interpretive authority, the relationship between text and context, and the limits of interpretive plurality.Crucially, despite their divergent positions, both scholars affirm the necessity of methodological rigor and fidelity to the Islamic exegetical tradition.Their positions thus illuminate a broader tension within contemporary Indonesian Quranic studies between preserving epistemological continuity with the inherited tradition and expanding its methodological boundaries through engagement with modern thought.By reconstructing the debate in terms of underlying epistemological criteria, this study moves beyond a binary classification of contemporary Quranic interpretation in Indonesia.While this analysis is limited to the published works and documented intellectual trajectories of these two figures, it offers a basis for understanding how authority and methodology are negotiated within contemporary Indonesian Quranic studies.Future research could extend this comparative lens to other contemporary Muslim scholars or investigate how these competing epistemological orientations are translated into concrete exegetical applications to pressing contemporary social issues.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian komparatif yang lebih luas untuk memahami bagaimana hermeneutika diterapkan dalam studi Al-Quran di berbagai negara dan konteks budaya yang berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana hermeneutika dapat diintegrasikan dengan disiplin ilmu lain, seperti filsafat, sosiologi, dan antropologi, untuk memahami makna Al-Quran dalam konteks modern. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode hermeneutika yang lebih spesifik dan terstruktur untuk studi Al-Quran, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti konteks historis, linguistik, dan sosial.
- Negotiating Qur’anic Hermeneutics in Indonesia | Peradaban Journal of Religion and Society. negotiating... doi.org/10.59001/pjrs.v5i2.1295Negotiating QurAoanic Hermeneutics in Indonesia Peradaban Journal of Religion and Society negotiating doi 10 59001 pjrs v5i2 1295
- TINJAUAN KRITIS TERHADAP KONSEP AL-ASHIL DAN AL-DAKHIL | Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA).... doi.org/10.36769/jiqta.v3i2.483TINJAUAN KRITIS TERHADAP KONSEP AL ASHIL DAN AL DAKHIL Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir JIQTA doi 10 36769 jiqta v3i2 483
- Hermeneutika dalam Studi Al-Qur'an: Studi Kritis Hermeneutika sebagai Metode Tafsir Al-Qur'an... doi.org/10.61630/mjitc.v1i2.12Hermeneutika dalam Studi Al Quran Studi Kritis Hermeneutika sebagai Metode Tafsir Al Quran doi 10 61630 mjitc v1i2 12
| File size | 484.75 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Berdasarkan sintesis ini, penelitian ini mengajukan Religious Ecological Guardianship Framework (REGF), yang terdiri dari lima pilar yang saling terhubung:Berdasarkan sintesis ini, penelitian ini mengajukan Religious Ecological Guardianship Framework (REGF), yang terdiri dari lima pilar yang saling terhubung:
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Proses ini menunjukkan bahwa otoritas keagamaan dapat dibangun melalui ketiga dimensi agensi. pembentukan spiritual, kapasitas kolektif, dan negosiasiProses ini menunjukkan bahwa otoritas keagamaan dapat dibangun melalui ketiga dimensi agensi. pembentukan spiritual, kapasitas kolektif, dan negosiasi
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan moral Qurani membentuk suatu kerangka pedagogis terpadu yang mencakup tauhid, adab kepada orang tua dan guru,Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan moral Qurani membentuk suatu kerangka pedagogis terpadu yang mencakup tauhid, adab kepada orang tua dan guru,
GUBUGJOURNALGUBUGJOURNAL Kerangka heterarki Carole L. Crumley kami gunakan sebagai sudut pandang untuk memahami, bukan sebagai alat reformasi normatif. Artikel ini menawarkan tigaKerangka heterarki Carole L. Crumley kami gunakan sebagai sudut pandang untuk memahami, bukan sebagai alat reformasi normatif. Artikel ini menawarkan tiga
SCITECHGRUPSCITECHGRUP Di Indonesia, ternak babi sering dilakukan dekat area permukiman, di mana manajemen lingkungan yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko kesehatan hewanDi Indonesia, ternak babi sering dilakukan dekat area permukiman, di mana manajemen lingkungan yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko kesehatan hewan
SCITECHGRUPSCITECHGRUP Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi energi surya dalam penerangan jalan umum dapat meningkatkan efisiensi energi hingga 30% dan mengurangiHasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi energi surya dalam penerangan jalan umum dapat meningkatkan efisiensi energi hingga 30% dan mengurangi
AIBPMAIBPM Penelitian ini menekankan pentingnya strategi yang disesuaikan secara lokal untuk mengurangi gangguan dan menyerukan penelitian masa depan untuk mengeksplorasiPenelitian ini menekankan pentingnya strategi yang disesuaikan secara lokal untuk mengurangi gangguan dan menyerukan penelitian masa depan untuk mengeksplorasi
SCITECHGRUPSCITECHGRUP Temuan utama dari tinjauan ini mencakup berbagai teknik hidrotermal yang digunakan dalam sintesis CQDs, termasuk berbagai bahan baku biomassa dan parameterTemuan utama dari tinjauan ini mencakup berbagai teknik hidrotermal yang digunakan dalam sintesis CQDs, termasuk berbagai bahan baku biomassa dan parameter
Useful /
LIFESCIFILIFESCIFI Metode yang digunakan adalah ulasan literatur sistematis berdasarkan panduan PRISMA untuk memastikan proses yang transparan dalam identifikasi, skrining,Metode yang digunakan adalah ulasan literatur sistematis berdasarkan panduan PRISMA untuk memastikan proses yang transparan dalam identifikasi, skrining,
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Materi pelatihan meliputi dasar-dasar public speaking, dakwah digital, teknik relaksasi, penguasaan audiens, dan hypno public speaking. Hasil kegiatanMateri pelatihan meliputi dasar-dasar public speaking, dakwah digital, teknik relaksasi, penguasaan audiens, dan hypno public speaking. Hasil kegiatan
SCITECHGRUPSCITECHGRUP Meskipun berdasarkan data dari laporan keuangan, laporan tahunan, dan laporan keberlanjutan perusahaan, hasilnya sangat penting dan dapat dibaca sebagaiMeskipun berdasarkan data dari laporan keuangan, laporan tahunan, dan laporan keberlanjutan perusahaan, hasilnya sangat penting dan dapat dibaca sebagai
AIBPMAIBPM 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital dan orientasi pasar memiliki efek positif signifikan terhadap kinerja UMKM, sedangkan kompetensi9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital dan orientasi pasar memiliki efek positif signifikan terhadap kinerja UMKM, sedangkan kompetensi