POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA

Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaProsiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Kondisi geografis Indonesia membuatnya rawan terhadap bencana alam seperti longsor yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomi dan kesehatan. Salah satu upaya preventif adalah memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk meningkatkan imunitas. Desa Manonjaya, Tasikmalaya merupakan daerah rawan bencana dengan pengetahuan masyarakat tentang TOGA yang masih rendah. Tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat tentang manfaat TOGA, memberikan pelatihan pembuatan olahan TOGA, dan memberikan informasi pemasaran produk olahan TOGA. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan yang diikuti oleh 10 orang masyarakat non-produktif dan kader. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 30% menjadi 100% dengan kategori baik setelah kegiatan. Kegiatan ini juga menghasilkan gerobak TOGA bernama GEROBAK DJAWARA yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berwirausaha.

Olahan TOGA sebagai Upaya Preventif Kesehatan di Desa Manonjaya Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan TOGA sebagai upaya preventif kesehatan dan peningkatan perekonomian.Pengetahuan peserta meningkat dari kategori baik 30% menjadi 100% setelah mengikuti penyuluhan.Peserta juga mendapatkan keterampilan dalam mengolah TOGA menjadi produk minuman yang dapat dipasarkan menggunakan gerobak DJAWARA.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan untuk wirausaha olahan TOGA, dengan mempertimbangkan aspek pemasaran, manajemen keuangan, dan strategi pengembangan produk. 2. Melakukan studi komparatif antara daerah rawan bencana yang telah menerapkan program serupa dengan daerah yang belum, untuk menganalisis dampak dan keberlanjutan program. 3. Menerapkan pendekatan kolaboratif lintas sektor dalam penanganan penyakit tidak menular, dengan melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat setempat, untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program.

Read online
File size701.48 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test