AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL

AACENDIKIA: Journal of NursingAACENDIKIA: Journal of Nursing

Sindrom Nefrotik merupakan suatu keadaan klinik dan laboratorik tanpa menunjukkan penyakit yang mendasari, dimana menunjukkan kelainan inflamasi glomerulus. Secara fungsional sindrom nefrotik diakibatkan oleh keabnormalan pada proses filtrasi dalam glomerulus yang biasanya menimbulkan berbagai masalah yang membutuhkan perawatan yang tepat, cepat, dan akurat. Tujuan umum studi kasus ini adalah untuk mengimplementasikan . Metode penelitian pada studi kasus ini melibatkan penerapan metode pendekatan proses keperawatan berdasarkan teori keperawatan yang dipilih. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan penerapan asuhan keperawatan. Sumber data yang digunakan melibatkan data primer yang diperoleh secara langsung dari pasien, dan data sekunder yang berasal dari keluarga, tenaga kesehatan, serta dokumentasi hasil pemeriksaan lainnya guna melaksanakan asuhan keperawatan. Hasil asuhan keperawatan dengan menerapkan teori model Sister Callista Roy pada asuhan keperawatan dengan penyakit sindrom nefrotik adalah integritas kulit tetap terjaga dan terjadi penyembuhan luka pada scrotum, tidak didapatkan tanda dan gejala infeksi, klien mampu menunjukkan koping yang efektif terhadap nyeri dengan melakukan teknik distraksi dan relaksasi secara terbimbing atau mandiri, cairan tubuh dalam kondisi seimbang yang ditandai dengan tidak adanya edema dan tidak terdapatnya albumin dalam urine, klien mampu menunjukkan koping yang efektif terhadap rasa cemas atau takut, dan melakukan aktivitas secara mandiri sesuai dengan toleransinya.

Model Adaptasi Roy telah menggambarkan tahapan dalam proses keperawatan yang lengkap.Kelebihan proses keperawatan berdasarkan Model Adaptasi Roy ini adalah pada tahap 2 level pengkajian yang harus dilakukan perawat.level 1) Perawat mengkaji respon prilaku pasien terhadap stimulus yaitu fisiologis adaptasi model, konsep diri adaptasi model, peran adaptasi model dan interdependensi adaptasi model, level 2) Perawat mengkaji stressor yang dihadapi pasein yaitu stimulus fokal & kontekstual (yang pada dasarnya merupakan faktor presipitasi dari masalah yang dihadapi pasien) dan stimulus residual (yang pada dasarnya merupakan faktor predisposisi dari masalah yang dihadapi pasien), sehingga pengkajian yang dilakukan perawat lebih lengkap dan perawat dapat menegakkan diagnosa lebih akurat dari pengkajian tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan model asuhan keperawatan yang lebih spesifik untuk menangani sindrom nefrotik pada anak, dengan mempertimbangkan faktor-faktor psikososial dan lingkungan yang dapat mempengaruhi proses adaptasi pasien. 2. Meneliti lebih lanjut tentang mekanisme koping yang efektif pada anak dengan sindrom nefrotik, dan bagaimana perawat dapat mendukung dan mengarahkan koping tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. 3. Menganalisis dampak jangka panjang dari sindrom nefrotik pada perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak, serta mengembangkan strategi intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Read online
File size179.55 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test