KWIKKIANGIEKWIKKIANGIE

Jurnal Informatika dan BisnisJurnal Informatika dan Bisnis

Pertumbuhan cepat industri kopi spesialitas telah meningkatkan permintaan untuk transparansi dan efisiensi yang lebih besar sepanjang rantai pasokan. Namun, proses operasional di Bodjongwaroe Origin masih sangat bergantung pada pencatatan manual konvensional menggunakan dokumen dan buku catatan berbasis kertas. Pendekatan manual ini meningkatkan risiko ketidakakuratan inventaris, potensi kehilangan aset, dan penundaan aliran informasi operasional dari hulu ke hilir, yang pada akhirnya menghambat pengambilan keputusan bisnis yang tepat waktu. Tata kelola teknologi informasi yang efektif sangat penting untuk menyelaraskan strategi operasional bisnis dengan adopsi teknologi. COBIT 2019 adalah kerangka kerja global komprehensif untuk mengevaluasi, merancang, dan menerapkan tata kelola teknologi informasi yang disesuaikan dengan karakteristik organisasi. Penerapan sistem informasi berdasarkan model domain COBIT 2019 dapat memberikan solusi efektif untuk meningkatkan manajemen operasional sambil mengurangi risiko yang ada. Penelitian ini berfokus pada aktivitas operasional Bodjongwaroe Origin, dengan penekanan khusus pada implementasi tata kelola teknologi informasi. Metode penelitian deskriptif kuantitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan COBIT 2019 Design Toolkit, sedangkan tingkat kemampuan dinilai berdasarkan standar ISO/IEC 33000 dan didukung oleh analisis kesenjangan. Hasil menunjukkan bahwa domain prioritas untuk implementasi adalah DSS01 (Manage Operations) dan APO12 (Manage Risk). Berdasarkan temuan ini, Standard Operating Procedures (SOP) dan sistem informasi berbasis awan yang dikembangkan menggunakan Python Streamlit dirancang untuk mendukung manajemen operasional dan manajemen risiko. Sistem yang dikembangkan menyediakan informasi real-time, meningkatkan akurasi data, dan meningkatkan proses pemantauan dan pengambilan keputusan. Implementasi sistem informasi berdasarkan model domain COBIT 2019 telah meningkatkan tingkat kemampuan tata kelola teknologi informasi di Bodjongwaroe Origin. Peningkatan ini tercermin dalam proses operasional yang lebih terstruktur, transparan, dan terintegrasi, sehingga mendukung kelangsungan bisnis organisasi dalam jangka panjang.

Berdasarkan analisis, perancangan, dan implementasi sistem tata kelola teknologi informasi berbasis COBIT 2019 pada Bodjongwaroe Origin, dapat disimpulkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengintegrasikan aliran informasi pada lingkup rantai pasok internal, khususnya pada proses penerimaan bahan baku, produksi, dan penyimpanan gudang.Implementasi sistem berbasis web menggunakan Python dan Streamlit berhasil menggantikan proses pencatatan manual menjadi sistem digital yang lebih terstruktur dan akurat.Selain itu, sistem yang dibangun mendukung peningkatan kemampuan telusur (traceability) melalui pencatatan data operasional secara terpusat.Penerapan tata kelola difokuskan pada domain DSS01 (Manage Operations) dan APO12 (Manage Risk) yang sesuai dengan kebutuhan utama perusahaan.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas saat ini berada pada Level 1, dengan target Level 3, sehingga terdapat kesenjangan yang perlu ditingkatkan melalui implementasi sistem dan perbaikan prosedur operasional.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara implementasi tata kelola teknologi informasi di Bodjongwaroe Origin dengan perusahaan lain di industri kopi spesialitas. Studi ini dapat mengeksplorasi perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan tata kelola, serta mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diterapkan secara luas di industri. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak implementasi sistem informasi berbasis web terhadap kinerja operasional dan efisiensi Bodjongwaroe Origin. Studi ini dapat mengukur peningkatan akurasi data, kecepatan aliran informasi, dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih efektif. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak penerapan tata kelola teknologi informasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar specialty coffee, seperti transparansi asal-usul produk dan konsistensi kualitas. Studi ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana tata kelola teknologi informasi dapat mendukung perusahaan dalam memenuhi tuntutan pasar yang terus berkembang.

  1. Implementasi Tata Kelola Teknologi Informasi Berdasarkan Domain COBIT 2019 pada Bodjongwaroe Origin |... jurnal.kwikkiangie.ac.id/index.php/JIB/article/view/2272Implementasi Tata Kelola Teknologi Informasi Berdasarkan Domain COBIT 2019 pada Bodjongwaroe Origin jurnal kwikkiangie ac index php JIB article view 2272
Read online
File size545.88 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test