UMTUMT

JMB : Jurnal Manajemen dan BisnisJMB : Jurnal Manajemen dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh nilai tukar rupiah dan inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah lima tahun, yaitu 2017-2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel diambil dari seluruh data pada akhir bulan JCI, nilai tukar rupiah, dan inflasi pada periode 2017-2021 dengan teknik sampling saturasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG yang ditunjukkan oleh nilai t < t tabel (0,901483 < 2,00247) dan nilai signifikansi 0,3711 > 0,05. Sedangkan variabel inflasi secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG yang ditunjukkan oleh nilai t < t tabel (-4,135408 < -2,00247) dan nilai signifikansi 0,0001 < 0,05. Secara simultan, nilai tukar rupiah dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap IHSG yang ditunjukkan oleh nilai F terhitung > F tabel (16,21406 > 3,16) dan nilai signifikansi 0,000003 < 0,05. Variabel nilai tukar rupiah dan inflasi dapat menjelaskan 34,02% variasi IHSG sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Adjusted R‑square sebesar 0,3402, sementara sisanya sebesar 65,98% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Persamaan regresi linier berganda yang diperoleh adalah Y = 523,991 - 0,072912 NTR - (-182,3542) INF e.

Nilai tukar rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG, sebagaimana terlihat dari nilai t yang tidak signifikan (t=0,901483, p>0,05).Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG (t=-4,135408, p<0,05), sehingga kenaikan inflasi menurunkan IHSG.Secara simultan, nilai tukar rupiah dan inflasi bersama‑sama menjelaskan 34,02% variasi IHSG (F=16,21406, p<0,05), sementara faktor lain menyumbang sisanya.

Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh variabel makroekonomi lain, seperti suku bunga, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), dan harga minyak mentah, terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk mengetahui kontribusi tambahan selain nilai tukar rupiah dan inflasi. Selanjutnya, dapat dilakukan analisis deret waktu dengan model Vector Autoregression (VAR) atau Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengevaluasi efek lag antara nilai tukar, inflasi, dan IHSG serta mengidentifikasi arah kausalitas jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, penelitian dapat memfokuskan pada analisis sektoral dengan membandingkan reaksi saham pada sektor‑sektor tertentu (misalnya sektor keuangan, energi, dan manufaktur) terhadap fluktuasi nilai tukar dan inflasi, sehingga dapat mengungkap heterogenitas dampak antar industri. Penelitian‑penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor‑faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG dan membantu pembuat kebijakan serta investor dalam merumuskan strategi yang lebih tepat. Selanjutnya, penggunaan data frekuensi harian atau intraday serta pendekatan pembelajaran mesin seperti Random Forest atau Gradient Boosting dapat diujikan untuk meningkatkan akurasi prediksi IHSG dalam menghadapi volatilitas pasar yang tinggi. Selain itu, studi perbandingan dengan pasar modal di negara‑negara ASEAN lainnya dapat memberikan wawasan tentang perbedaan sensitivitas IHSG terhadap variabel makroekonomi di lingkungan regional.

Read online
File size271.97 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test