UKIMUKIM

ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi AgamaARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama

Kerusakan ekologis telah menjadi kenyataan hidup. Salah satu kearifan lokal yang dihidupi oleh masyarakat desa Waai-Maluku Tengah untuk mengatasinya adalah budaya konci negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya konci negeri di desa Waai melalui perspektif eko-teologi dan mengkaji relevansi makna budaya konci negeri dalam upaya pengembangan model pelestarian lingkungan ekologis di Maluku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan instrumen pengamatan lapangan dan wawancara, dan FGD. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa konci negeri adalah upaya masyarakat untuk menghindarkan diri dari berbagai ancaman kerusakan terhadap seisi negeri. Bahkan tahapan-tahapan tersebut turut melibatkan Allah yang diyakini sebagai pemberi dan pemelihara hidup, serta leluhur yang dipahami sebagai orang tua yang berasal dari Allah dan bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap seisi negeri Waai.

Kerusakan ekologis yang semakin parah menuntut upaya pelestarian berbasis budaya lokal, khususnya budaya konci negeri di Waai, Maluku Tengah.Budaya tersebut menegaskan perlindungan seluruh ciptaan melalui intervensi Allah sebagai Pemberi Hidup serta kritik terhadap pembangunan yang merusak lingkungan.Dengan mengintegrasikan nilai kearifan lokal, budaya konci negeri dapat menjadi model pelestarian lingkungan yang holistik.

Salah satu arah penelitian lanjutan yang dapat diambil adalah menyelidiki secara mendalam bagaimana mekanisme partisipasi perempuan dalam ritual konci negeri dapat diintegrasikan ke dalam praktik budaya, sehingga nilai‑nilai ekofeminis yang muncul dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan di Waai serta meningkatkan kesejahteraan sosial perempuan. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran simbolik dan fungsi konkret leluhur dalam proses konci negeri, khususnya dengan meneliti bagaimana komunikasi antara leluhur dan masyarakat dapat dimediasi melalui teknologi digital, misalnya aplikasi mobile atau platform daring, untuk memperluas jangkauan edukasi ekologi dan menjaga kontinuitas pengetahuan tradisional. Selain itu, studi komparatif antara budaya konci negeri dengan praktik serupa yang ada di wilayah Maluku lainnya atau bahkan di daerah lain di Indonesia dapat mengidentifikasi faktor‑faktor keberhasilan dan kegagalan, sehingga memungkinkan perumusan model pelestarian lingkungan yang dapat direplikasi secara lintas daerah dengan penyesuaian kontekstual. Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan tersebut, para peneliti tidak hanya akan memperdalam pemahaman tentang interaksi antara teologi, budaya, dan ekologi, tetapi juga menghasilkan strategi praktis yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan bagi komunitas lokal maupun kebijakan publik.

  1. Memahami Budaya Konci Negeri di Desa Waai dari Perspektif Eko-Teologi | ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi... ojs.ukim.ac.id/index.php/arumbae/article/view/1244Memahami Budaya Konci Negeri di Desa Waai dari Perspektif Eko Teologi ARUMBAE Jurnal Ilmiah Teologi ojs ukim ac index php arumbae article view 1244
Read online
File size528.35 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test