STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA

Journal of Information System, Informatics and ComputingJournal of Information System, Informatics and Computing

Pasca pandemi Covid-19 kegiatan secara offline mulai kembali masif dilakukan. Pada Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi, Direktorat Jenderal Pajak kegiatan tatap muka tak terkecuali rapat mulai kembali dilakukan. Dalam kegiatan rapat, seringkali terjadi permasalahan dalam manajemen dan pengelolaan rapat, seperti adanya ketidaksesuaian jadwal, daftar kehadiran peserta yang kurang memadai, dan kurang optimalnya monitoring kegiatan rapat. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan sistem informasi untuk membantu manajemen dan pengelolaan rapat serta monitoring rapat oleh staf Subbagian Tata Usaha. Sistem Informasi Pengelolaan dan Monitoring Rapat (e-Conference) merupakan sistem informasi yang dibangun berbasis web yang terdiri dari dua aplikasi yaitu frontend yang menggunakan library ReactJS dan backend yang menggunakan framework ExpressJS dengan metode Systems Development Life Cycle (SDLC) Agile dengan metode pengembangan Scrum. Adapun modul-modul yang ada pada sistem ini antara lain modul login, modul dashboard rapat, modul ruang rapat, modul konsumsi, modul peralatan, modul bahan rapat, modul presensi dan modul kelola. Pada modul presensi terdapat fitur face match dengan teknologi tensorflowjs yang digunakan untuk validasi presensi peserta rapat yang merupakan pegawai DJP.

Sistem Informasi Pengelolaan dan Monitoring Rapat (e-Conference) merupakan sistem informasi yang berbasis web yang terdiri dari dua aplikasi yaitu frontend yang menggunakan library ReactJS dan backend yang menggunakan framework ExpressJS.Sistem informasi ini berfungsi untuk melakukan perekaman, pengelolaan dan monitoring rapat.Pada modul presensi terdapat fitur face match dengan teknologi tensorflowjs yang digunakan untuk validasi presensi peserta rapat yang merupakan pegawai DJP.Secara keseluruhan telah dilakukan pengujian dan diperoleh hasil bahwa dari hasil pengujian yang dilakukan pada 3 browser berbeda yaitu Google Chrome, Firefox dan Microsoft Edge, kecepatan memuat halaman tercepat dan kesesuaian tampilan yang stabil berhasil diperoleh pada browser Microsoft Edge dengan halaman selesai dimuat setelah 2,89 detik dan kecepatan load 1,70 detik dengan ukuran resource 4,6 MB.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi akurasi dan keandalan teknologi face match pada modul presensi dengan menguji dataset wajah yang lebih besar dan kondisi pencahayaan variatif di lingkungan nyata, sehingga dapat menilai batasan performa sistem dalam situasi operasional. Selanjutnya, dapat dilakukan perbandingan metodologi pengembangan Agile SDLC dengan pendekatan tradisional seperti Waterfall dalam konteks pembangunan sistem e-Conference, untuk mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, dan dampaknya terhadap kualitas produk serta kepuasan pengguna. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi autentikasi biometrik multimodal, misalnya kombinasi face match dengan sidik jari atau pengenalan suara, guna meningkatkan tingkat keamanan dan mengurangi risiko kesalahan identifikasi pada proses presensi rapat. Dengan tiga fokus tersebut, diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang efektivitas teknologi dan metodologi yang digunakan serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan sistem informasi rapat yang lebih robust dan aman.

  1. DIRECTORATE GENERAL OF TAXES E-CONFERENCE INFORMATION SYSTEM FACE MATCH MODEL WITH AGILE SDLC METHOD... doi.org/10.52362/jisicom.v7i2.1278DIRECTORATE GENERAL OF TAXES E CONFERENCE INFORMATION SYSTEM FACE MATCH MODEL WITH AGILE SDLC METHOD doi 10 52362 jisicom v7i2 1278
Read online
File size1.79 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test