ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Abdi SeniAbdi Seni

Sanggar Naladerma sebagai tempat belajar Wayang Beber satu-satunya di lingkungan kompleks Keraton Surakarta belum dikelola dengan baik. Jadwal belajar, materi ajar, modul, anggota/anak didik, maupun koleksinya kurang ditata dengan baik. Sementara, keberadaan Sanggar Naladerma turut mendukung Keraton Surakarta sebagai pusat budaya tradisi Jawa, meskipun kontribusinya kurang terekspos. Joko Sriyono selaku pemilik sanggar Naladerma sudah lama dikenal sebagai seniman sungging Wayang Beber dan warga sekitar sudah mengenalnya sebagai juru sungging Wayang Beber. Kondisi Joko Sriyono pun tidak seperti dulu lagi, disebabkan karena usia yang semakin menua dan sakit-sakitan. Hal tersebut menyebabkan kegiatan melukisnya tidak produktif lagi bahkan projek Wayang Beber yang dirancangnya sepanjang 21 meter belum terselesaikan. Saat ini, tidak ada lagi penerus yang mengelola Sanggar Naladerma, padahal dulu Joko mendirikan sanggar didorong oleh keresahannya terhadap kelestarian Wayang Beber di Solo. Terlebih, di tengah perkembangan zaman yang makin modern ini. Ia merasa khawatir apabila kelak kebudayaan Wayang Beber ini musnah. Melalui sanggarnya, Joko bisa membagikan ilmu tentang Wayang Beber kepada siapapun, baik pengunjung maupun siswa-siswanya. Untuk itu perlu ada revitalisasi untuk mempersiapkan regenerasi baik pelukis maupun dalang dari Wayang Beber itu sendiri sebagai bentuk dan upaya pelestarian Wayang Beber agar tidak punah.

Pelatihan Wayang Beber yang sudah dilakukan sejauh ini sangat menarik siswa sanggar maupun masyarakat sekitar.Pelatihan ini apabila dikelola dengan baik maka akan besar kemungkinan menambah jumlah siswa Sanggar Naladerma.Joko Sriyono mendirikan sanggar didorong oleh keresahannya terhadap kelestarian Wayang Beber di Solo.Terlebih, di tengah perkembangan zaman yang makin modern ini.Ia merasa khawatir apabila kelak kebudayaan Wayang Beber ini musnah.Melalui sanggarnya, Joko bisa membagikan ilmu tentang Wayang Beber kepada siapapun, baik pengunjung maupun siswa-siswanya.Untuk itu revitalisasi untuk mempersiapkan regenerasi baik pelukis maupun dalang dari Wayang Beber itu sendiri sebagai bentuk dan upaya pelestarian Wayang Beber agar tidak punah.

Untuk menjaga keberlangsungan Wayang Beber, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi regenerasi pelukis dan dalang Wayang Beber. Bagaimana cara menarik minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan Wayang Beber? Apakah ada pendekatan inovatif yang dapat digunakan untuk memperkenalkan Wayang Beber kepada generasi muda, seperti melalui media digital atau kolaborasi dengan seniman kontemporer? Selain itu, penelitian tentang pengembangan model bisnis yang berkelanjutan untuk Sanggar Naladerma juga perlu dilakukan. Bagaimana cara mengoptimalkan potensi wisata budaya Keraton Surakarta untuk mendukung keberlangsungan Sanggar Naladerma? Apakah ada strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan pendapatan sanggar? Terakhir, penelitian tentang pengembangan kurikulum Wayang Beber yang relevan dengan kebutuhan generasi muda juga penting. Bagaimana cara menyesuaikan teknik dan cerita Wayang Beber dengan selera dan minat generasi muda saat ini? Apakah ada cara untuk menggabungkan unsur-unsur modern dalam Wayang Beber tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisionalnya?.

Read online
File size950.86 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test