INFLUENCE JOURNALINFLUENCE JOURNAL

One moment, please...One moment, please...

Penelitian ini meneliti peran Departemen Hubungan Masyarakat Polresta Cirebon dalam membangun kepercayaan publik melalui penggunaan media sosial, khususnya Instagram, sebagai sarana komunikasi publik di era digital. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dalam pelaksanaan tugasnya. Dengan mengacu pada teori manajemen komunikasi Cutlip, Center, dan Broom, penelitian ini mengkaji empat tahapan komunikasi: identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa Departemen Hubungan Masyarakat Polresta Cirebon secara konsisten memanfaatkan Instagram sebagai media interaktif dua arah untuk menyampaikan informasi, mendidik publik, mengoreksi hoaks, dan membangun citra positif. Konten seperti program Jumat Curhat, roll call pagi, dan patroli malam berfungsi sebagai alat strategis untuk menciptakan transparansi, partisipasi, dan kedekatan emosional dengan masyarakat. Analisis sentimen publik mengungkap mayoritas respons positif (80%), netral (20%), dan tidak ada komentar negatif, yang menandakan keberhasilan strategi komunikasi ini dalam memperkuat kepercayaan publik. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi media sosial dengan strategi manajemen komunikasi dapat mendukung efektivitas tugas kepolisian dan meningkatkan legitimasi institusi di mata publik.

Departemen Hubungan Masyarakat Polresta Cirebon berhasil memanfaatkan Instagram secara sistematis sesuai model manajemen komunikasi Cutlip, Center, dan Broom untuk membangun kepercayaan masyarakat, terbukti dari respons publik yang mayoritas positif dan tidak ada komentar negatif.Konten-program seperti Jumat Curhat, Morning Assembly, dan Night Patrol meningkatkan transparansi, partisipasi, serta citra institusi, sehingga memperkuat hubungan emosional antara polisi dan komunitas.Selain itu, kolaborasi lintas lembaga dan penggunaan media sosial sebagai platform dialog dua arah memperluas jangkauan informasi, meningkatkan kredibilitas, dan mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di era digital.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan platform media sosial lain, seperti TikTok dan Facebook, terhadap tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, sehingga dapat dibandingkan efektivitasnya dengan Instagram. Selanjutnya, studi longitudinal yang memantau perubahan persepsi masyarakat selama beberapa tahun setelah implementasi strategi komunikasi Instagram dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan dan dinamika kepercayaan publik seiring waktu. Selain itu, penelitian tentang peran konten yang dihasilkan oleh warga (user‑generated content) serta mekanisme partisipatif dalam meningkatkan kepercayaan publik dapat menilai sejauh mana keterlibatan aktif masyarakat memperkuat legitimasi dan citra positif kepolisian.

Read online
File size279.03 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test