UNTANUNTAN

Journal of English Language Teaching Innovations and Materials (Jeltim)Journal of English Language Teaching Innovations and Materials (Jeltim)

Penggunaan strategi komunikasi bervariasi dengan kemampuan berbahasa sasaran dan pembelajar yang kurang mahir mengandalkan strategi L1 untuk perbaikan percakapan. Dalam konteks Inggris untuk Tujuan Pekerjaan (EOP) di mana register teknis tidak familiar, sedikit yang diketahui apakah strategi komunikasi dapat memungkinkan pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas untuk mengatasi ragu-ragu dalam berbicara. Studi ini memeriksa penggunaan strategi komunikasi dan kelancaran pembelajar dalam interaksi kelompok yang terintegrasi kerangka kerja perbaikan percakapan, interaksional, dan berbasis diskursus strategi komunikasi. Hasilnya pada penggunaan strategi komunikasi dalam tiga sesi interaksi kelompok yang melibatkan tiga peserta menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang paling sering digunakan adalah pengulangan leksikal dan filler. Kelancaran peserta, yang diukur dalam satuan C dan frekuensi filler, lebih tinggi ketika mereka berinteraksi pada topik yang familiar. Peserta belajar menggunakan strategi berbasis diskursus tetapi tidak menggunakan strategi negosiasi makna. Temuan ini menunjukkan bahwa untuk negosiasi makna yang lebih baik, pelatihan strategi komunikasi perlu menciptakan kesadaran metakognitif tentang kebutuhan komunikatif interlocutor.

Studi ini menunjukkan bahwa pelatihan strategi komunikasi lebih sukses dalam mengajarkan pembelajar EOP untuk menggunakan strategi berbasis diskursus seperti topik fronting dan pengulangan leksikal daripada strategi negosiasi makna seperti pemeriksaan konfirmasi.Strategi komunikasi yang paling sering digunakan dalam konteks EOP ini adalah pengulangan leksikal dan filler.Kelancaran peserta, yang diukur dalam satuan C dan frekuensi filler, lebih tinggi selama interaksi pada topik yang familiar, dan lebih rendah dalam diskusi tentang topik teknis seperti manajemen risiko.Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas dapat dilatih untuk menggunakan strategi berbasis diskursus karena strategi ini tidak memerlukan sumber daya linguistik tambahan.Namun, studi ini menunjukkan bahwa tidak mudah bagi pembelajar untuk menggunakan strategi negosiasi makna karena mereka mungkin kurang memiliki kesadaran metakognitif untuk memantau kebutuhan komunikatif interlocutor.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk menyelidiki hubungan antara kesadaran metakognitif dan penggunaan strategi negosiasi makna selama proses pelatihan strategi komunikasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan strategi komunikasi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi teknis di antara staf lini depan di industri perhotelan. Akhirnya, studi komparatif antara pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas dan pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris lebih tinggi dalam menggunakan strategi komunikasi dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang strategi mana yang paling efektif untuk kelompok pembelajar yang berbeda.

  1. Fluency and communication strategy use in group interactions for occupational purposes | Journal of English... doi.org/10.26418/jeltim.v2i2.41363Fluency and communication strategy use in group interactions for occupational purposes Journal of English doi 10 26418 jeltim v2i2 41363
  2. Gender and Communication Strategy Use in Learning English as a Second Language | John Benjamins. gender... jbe-platform.com/content/journals/10.2143/ITL.157.0.2042589Gender and Communication Strategy Use in Learning English as a Second Language John Benjamins gender jbe platform content journals 10 2143 ITL 157 0 2042589
Read online
File size564.22 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test