WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER

Jurnal Farmasi SYIFAJurnal Farmasi SYIFA

Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan penduduk yang tergolong tinggi. Salah satu program pemerintah untuk mengendalikan jumlah pertumbuhan penduduk yaitu dengan menerapkan program KB untuk pasangan usia subur. Sebagian besar wanita di Indonesia menggunakan kontrasepsi hormonal jenis suntik, salah satunya kontrasepi suntik 3 bulan. Pemakaian kontrasepsi suntik progesterone 3 bulan dapat mengakibatkan kenaikan berat badan. Hormon progesterone yang tinggi dapat menstimulus pusat nafsu makan di hypothalamus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penggunaan kontrasepsi suntik progesterone 3 bulan dapat mempengaruhi kenaikan berat badan. Metode yang digunakan adalah retrospekif. Pengambilan sampel dengan purposive sampling terhadap wanita berusia 21 – 45 tahun, rutin menggunakan KB suntik 3 bulan selama periode 2020, tidak menggunakan obat - obatan, dan tidak hipersensitivitas terhadap DMPA. Data diperoleh dari catatan akseptor di Bidan Erna Fuadi A sebanyak 70 sampel. Data diolah dengan menghitung rata – rata kenaikan berat badan kemudian dilakukan uji statistic dengan uji chi square. Hasil dari 70 sampel yang mengalami kenaikan sebanyak 54 akseptor dengan kenaikan terbanyak sebesar 1 kg. Kesimpulan dari hasil penelitian terdapat pengaruh atau hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik progesterone 3 bulan dengan kenaikan berat badan ( asym.sig 0,00 < 0,05 ).

Penelitian ini menemukan adanya korelasi antara penggunaan kontrasepsi suntik progesteron 3 bulan dengan peningkatan berat badan.Sebanyak 70 akseptor diikutsertakan dalam penelitian ini, di mana 54 di antaranya mengalami peningkatan berat badan, 2 mengalami penurunan, dan 14 tidak mengalami perubahan berat badan.sig = 0,00, yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi progesteron dan kenaikan berat badan.Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi suntik progesteron 3 bulan berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan pada akseptor.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk membandingkan efek kenaikan berat badan antara kontrasepsi suntik progesteron 3 bulan dengan metode kontrasepsi lainnya, seperti pil atau implant, guna mengevaluasi perbedaan dampaknya terhadap metabolisme tubuh. Kedua, penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi respons individu terhadap kenaikan berat badan akibat kontrasepsi suntik progesteron perlu dikembangkan, termasuk faktor genetik, pola makan, dan aktivitas fisik. Ketiga, diperlukan studi longitudinal untuk mengetahui dampak jangka panjang penggunaan kontrasepsi suntik progesteron 3 bulan terhadap kesehatan reproduksi dan metabolisme tubuh, terutama pada akseptor yang menggunakan metode ini secara terus-menerus selama bertahun-tahun.

  1. Perbedaan Rerata Berat Badan pada Akseptor DMPA dengan Lama Pemakaian 1-2 Tahun dan 3-4 Tahun | Simanjuntak... doi.org/10.33085/jbk.v2i3.4497Perbedaan Rerata Berat Badan pada Akseptor DMPA dengan Lama Pemakaian 1 2 Tahun dan 3 4 Tahun Simanjuntak doi 10 33085 jbk v2i3 4497
Read online
File size274.08 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test