WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER

Jurnal Farmasi SYIFAJurnal Farmasi SYIFA

Pendahuluan. Daun Karinat banyak digunakan masyarakat untuk penyakit keputihan dan obat sakit gigi (nyeri). Terpenoid mempunyai manfaat sebagai antibakteri, dan anti jamur. Penggunaan pelarut etanol dapat menjadi optimal jika faktor konsentrasi, suhu, waktu dan pemilihan metode ekstraksi sesuai. Tujuan. Mengidentifikasi senyawa terpenoid menggunakan metode kromatografi lapis tipis. Metode. Metode yang digunakan uji kualitatif dengan uji kromatografi lapis tipis dengan eluen n‑Heksan:kloroform (2:7). Hasil. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol daun karinat mengandung senyawa terpenoid dengan nilai rf 0,78. Simpulan. Simpulan dari penelitian positif mengandung terpenoid.

Simpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun karinat positif mengandung senyawa terpenoid dan pada uji KLT memiliki nilai rf 0,78.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada identifikasi kuantitatif senyawa terpenoid pada ekstrak daun Karinat menggunakan teknik kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) atau spektrometri massa gas (GC‑MS) untuk menentukan struktur dan proporsi masing-masing komponen; selanjutnya, penting untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan antijamur dari senyawa terpenoid yang teridentifikasi terhadap patogen klinis relevan, sehingga dapat mengaitkan kandungan kimia dengan potensi terapeutik; terakhir, studi eksperimental yang meneliti pengaruh variasi kondisi ekstraksi—seperti konsentrasi etanol, suhu, durasi, dan rasio pelarut—terhadap hasil yield dan profil terpenoid akan membantu mengoptimalkan proses produksi ekstrak yang paling efektif untuk aplikasi farmasi.

  1. Narrative Review: Optimasi Etanol sebagai Pelarut Senyawa Flavonoid dan Fenolik | Jurnal Surya Medika... journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/1641Narrative Review Optimasi Etanol sebagai Pelarut Senyawa Flavonoid dan Fenolik Jurnal Surya Medika journal umpr ac index php jsm article view 1641
Read online
File size208.55 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test