STIKESMITRAKELUARGASTIKESMITRAKELUARGA

Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)

Penyebarluasan informasi dan promosi kesehatan melalui peningkatan penyuluhan terkait penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) penting. Mengingat masih tinggi prevalensi penyakit DBD di wilayah Kota Tasikmalaya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong perilaku dalam pencegahan penyebaran penyakit DBD. Metode yang digunakan adalah edukasi berbasis komunitas melalui penyuluhan dengan bentuk evaluasi pretest dan posttest serta kegiatan gotong royong pembersihan rumah warga. Kegiatan dilaksanakan pada 27-28 Juli 2024 di Kelurahan Bungursari Kota Tasikmalaya. Analisis data dilakukan dengan mengukur persentase peningkatan pengetahuan tentang DBD pada responden ibu rumah tangga warga Bungursari sebanyak 40 orang, usia 21-60 tahun. Nilai rata-rata pretest 76 dan posttest 96, hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (t = 3,53; p = 0,006), p‑value <0,05. Berdasarkan hasil PKM, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan Demam Berdarah Dengue (DBD) secara signifikan meningkatkan tingkat pengetahuan terhadap materi yang diberikan. Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Bungursari sebesar 17% dalam pencegahan penyebaran DBD.

Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukan bahwa pelaksanaan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat Bungursari sebesar 17% dalam upaya pencegahan penyebaran DBD.Peningkatan ini menunjukan adanya kemajuan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan dan penyebaran penyakit DBD terutama dalam meningkatkan pengetahuan tentang ciri‑ciri larva dan vektor nyamuk penyebab DBD.

Penelitian lanjutan dapat menguji apakah peningkatan pengetahuan yang diperoleh melalui penyuluhan berujung pada perubahan perilaku nyata dalam pencegahan DBD, misalnya dengan melakukan survei longitudinal selama setidaknya enam bulan setelah intervensi dan membandingkan tingkat kejadian DBD antara kelompok yang mendapatkan penyuluhan dan kelompok kontrol. Selanjutnya, perlu dilakukan studi komparatif untuk menilai efektivitas berbagai media edukasi, seperti video interaktif, aplikasi mobile, dan penyuluhan tatap muka, dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan pada masyarakat dengan latar belakang sosial‑ekonomi yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi model kolaborasi antara puskesmas, institusi pendidikan, dan organisasi masyarakat dalam skala yang lebih luas, dengan tujuan mengidentifikasi faktor kunci keberhasilan dan hambatan dalam memperluas program penyuluhan DBD ke wilayah lain, serta menilai dampaknya terhadap penurunan angka kasus secara regional.

  1. PENYULUHAN KESEHATAN UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE... jmm.stikesmitrakeluarga.ac.id/index.php/jmm/article/view/234PENYULUHAN KESEHATAN UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE jmm stikesmitrakeluarga ac index php jmm article view 234
  2. "Analysis of Climate and Environmental Risk Factors on Dengue Hemorrhag" by Ririn Arminsih... doi.org/10.21109/kesmas.v18i3.7351Analysis of Climate and Environmental Risk Factors on Dengue Hemorrhag by Ririn Arminsih doi 10 21109 kesmas v18i3 7351
  3. Projection of dengue fever transmissibility under climate change in South and Southeast Asian countries... doi.org/10.1371/journal.pntd.0012158Projection of dengue fever transmissibility under climate change in South and Southeast Asian countries doi 10 1371 journal pntd 0012158
Read online
File size456.74 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test