POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG

Jurnal Kesehatan Lingkungan MandiriJurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri

Perilaku higiene penjamah makanan tidak terlepas dari sikap dan pengetahuan mengenai higiene dan sanitasi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penjamah makanan jajanan di Pantai Air Manis Kota Padang Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan desain Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu penjamah makanan jajanan di Pantai Air Manis yang diambil dengan besar sampel 44 responden. Pengumpulan data dilakukan sejak bulan Desember 2022-Mei 2023 dengan cara observasi menggunakan checklist dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisa statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,3% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, 50% responden memiliki sikap negatif, 61,4% responden yang memiliki sarana prasarana buruk, 70,5% responden yang memiliki peran petugas kesehatan buruk, dan 56,8% responden yang memiliki perilaku buruk. Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (P value = 0,001) dan sikap (P value = 0,000) dengan perilaku penjamah makanan jajanan tentang higiene sanitasi makanan. Tidak ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan sarana prasarana (P value = 0,469) dan peran petugas kesehatan (P value = 1,000) dengan perilaku penjamah makanan jajanan di Pantai Air Manis Kota Padang Tahun 2023.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku penjamah makanan jajanan tentang higiene sanitasi makanan.Namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarana prasarana dan peran petugas kesehatan dengan perilaku penjamah makanan jajanan di Pantai Air Manis Kota Padang Tahun 2023.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pelatihan terstruktur bagi penjamah makanan jajanan yang mencakup materi pengetahuan tentang higiene sanitasi serta simulasi praktik, dengan mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku sebelum dan sesudah pelatihan. Selanjutnya, studi dapat menilai dampak peningkatan fasilitas sarana prasarana, seperti penyediaan stasiun cuci tangan yang dilengkapi sabun dan air bersih, terhadap perilaku higiene penjamah makanan, menggunakan desain eksperimental atau quasi‑eksperimental pada beberapa lokasi pantai. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai agen perubahan dalam mempengaruhi sikap dan perilaku penjamah makanan, dengan melakukan pendekatan kualitatif maupun survei campuran untuk memahami mekanisme motivasi sosial yang dapat diintegrasikan ke dalam program penyuluhan kesehatan. Ketiga arah studi ini diharapkan memberikan bukti ilmiah yang komprehensif untuk merancang intervensi yang lebih tepat sasaran, meningkatkan kepatuhan higiene, serta mengurangi risiko kontaminasi makanan pada lingkungan wisata pantai.

Read online
File size327.2 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test