ITSMITSM

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Perkebunan Sentool merupakan salah satu perkebunan di Kabupaten Jember yang saat ini mengembangkan kelengkeng sebagai salah satu produk unggulannya. Berdasarkan hasil observasi sebelumnya, ditemukan dua permasalahan, yaitu kesulitan pekerja dalam memantau lahan serta penggunaan sumber daya air yang tidak efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, disiapkan teknologi yang tepat untuk mengendalikan irigasi dan memantau kondisi lahan berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat membantu pekerja perkebunan Sentool dalam mengelola area perkebunan kelengkeng. Implementasi kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu: pengembangan sistem kontrol irigasi dan pemantauan kondisi lahan, integrasi sistem, serta implementasi dan sosialisasi kepada karyawan perkebunan sebagai pengguna sistem. Kegiatan ini berhasil mewujudkan sistem yang diharapkan berupa perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengendalikan sistem irigasi serta pemantauan dengan empat indikator yang diperlukan, yaitu kelembapan tanah, kelembapan udara, suhu udara, kecepatan angin, dan pengukuran curah hujan. Pada tahap sosialisasi, antusiasme karyawan perkebunan Sentool terlihat dari partisipasi aktif dalam tahap sosialisasi penggunaan sistem untuk membantu pengelolaan lahan. Saat ini, karyawan perkebunan juga telah memahami cara mengoperasikan sistem sehingga dapat mengurangi kendala pada sistem irigasi dan dapat memantau kondisi kebun kelengkeng melalui aplikasi.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah selesai dan sistem pengendalian pengairan serta monitoring kondisi lahan berbasis IoT untuk tanaman kelengkeng berhasil diimplementasikan di perkebunan Sentool.Karyawan kini menguasai operasi sistem, sehingga dapat mengurangi kendala pengairan manual.Selain itu, mereka dapat dengan mudah memantau kondisi lahan kelengkeng melalui aplikasi yang dibangun, mempermudah pemeliharaan tanaman.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kemampuan skalabilitas sistem irigasi berbasis IoT ketika diterapkan pada lahan perkebunan yang lebih luas atau pada jenis tanaman lain, sehingga dapat diketahui batas optimal penerapannya. Selanjutnya, studi dapat mengintegrasikan teknik pembelajaran mesin untuk menghasilkan model prediktif yang memperkirakan kebutuhan irigasi berdasarkan data sensor real‑time, guna meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Selain itu, diperlukan analisis jangka panjang mengenai dampak ekonomi dan lingkungan dari adopsi teknologi IoT di perkebunan kecil, termasuk analisis biaya‑manfaat serta kontribusi terhadap keberlanjutan pertanian, guna memberikan dasar kebijakan yang lebih kuat bagi petani dan pemangku kepentingan.

Read online
File size907.48 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test