PCUPCU

Civil Engineering DimensionCivil Engineering Dimension

Korosi pada elemen plat gusset telah menjadi faktor kritis dalam kegagalan struktural jembatan, sehingga menuntut metode deteksi kerusakan yang lebih akurat dan dapat diandalkan. Pemeriksaan visual konvensional terbatas dalam presisi dan tidak dapat memberikan pemantauan secara real‑time, sehingga penting untuk mengembangkan teknik lanjutan. Penelitian ini mengusulkan pendekatan Structural Health Monitoring (SHM) berbasis getaran dengan memanfaatkan indeks parameter modal, yaitu Mode Shape (MS), Mode Shape Curvature (MSC), Mode Shape Slope (MSS), dan Mode Shape Curvature Square (MSCS), untuk mendeteksi kerusakan pada komponen jembatan. Skenario kerusakan disimulasikan dengan memotong plat gusset sebesar 5 %, 10 %, dan 20 % untuk merepresentasikan tingkat korosi yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa MSC dan MSCS merupakan metode paling andal dalam mengidentifikasi lokasi kerusakan pada sistem struktural yang kompleks, karena mampu menangkap perubahan bentuk mode dengan sensitivitas tinggi. Selain itu, akurasi analisis parameter modal meningkat seiring dengan peningkatan tingkat keparahan kerusakan. Temuan ini menegaskan bahwa MSC dan MSCS merupakan alat yang kuat untuk deteksi korosi pada tahap awal dalam aplikasi SHM.

Penelitian ini mengidentifikasi kerusakan pada plat gusset menggunakan metode VBDD berbasis parameter modal, khususnya MSC dan MSCS.Hasil menunjukkan bahwa MSC dan MSCS secara konsisten memberikan kinerja superior dalam penentuan lokasi kerusakan, dengan akurasi yang meningkat seiring tingkat keparahan kerusakan.Metode ini cocok untuk struktur yang dominan pada mode pertama, sementara untuk aplikasi yang melibatkan kontribusi mode tinggi diperlukan pengembangan lebih lanjut.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) penerapan pendekatan VBDD multi‑modal yang mengintegrasikan informasi dari mode‑mode tinggi serta mode‑mode rendah untuk meningkatkan kemampuan deteksi pada struktur dengan perilaku dinamis yang kompleks, sehingga memungkinkan identifikasi kerusakan yang lebih akurat pada elemen kritis yang tidak terdeteksi oleh mode pertama saja; (2) pengembangan algoritma optimasi penempatan sensor berbasis pembelajaran mesin atau metode evolusioner guna meminimalkan jumlah sensor yang diperlukan namun tetap mempertahankan akurasi identifikasi kerusakan, terutama dalam kondisi lapangan dengan keterbatasan sumber daya dan akses terbatas, sehingga meningkatkan efisiensi operasional pemantauan; serta (3) validasi eksperimental pada skala penuh serta pada material berbeda seperti jembatan komposit, baja berkarat, atau struktur hibrida, untuk menilai kehandalan MSC dan MSCS dalam lingkungan operasional nyata yang melibatkan variasi suhu, beban dinamis, dan kondisi lingkungan ekstrem, serta menguji ketahanan metode terhadap noise dan gangguan pengukuran. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas aplikasi praktis metode modal dalam pemantauan kesehatan struktural jembatan serta meningkatkan reliabilitas sistem SHM secara keseluruhan.

  1. Damage Detection in Gusset Plates of Steel Truss Bridges using Modal Parameters: Experimental and Numerical... doi.org/10.9744/ced.27.2.225-238Damage Detection in Gusset Plates of Steel Truss Bridges using Modal Parameters Experimental and Numerical doi 10 9744 ced 27 2 225 238
Read online
File size3 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test