UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Economica: Jurnal Ekonomi IslamEconomica: Jurnal Ekonomi Islam

Penelitian ini menyelidiki determinan Indeks Kebahagiaan Indonesia, khususnya dengan memeriksa dampak dari pendapatan dan filantropi Islam (Zakat, Infaq, dan Sedekah atau ZIS). Menggunakan data panel dari 19 provinsi untuk tahun 2017 dan 2021, penelitian ini menggunakan Model Efek Acak (REM) untuk menganalisis hubungan antara kebahagiaan dan variabel sosio-ekonomi kunci, termasuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pemberian amal, kemiskinan, dan kesehatan. Temuan empiris menunjukkan bahwa pemberian amal melalui ZIS memiliki efek positif dan signifikan terhadap kebahagiaan, menunjukkan bahwa altruisme yang didorong secara agama adalah penggerak utama kesejahteraan di Indonesia. Sebaliknya, pendapatan menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan kebahagiaan, sejalan dengan Paradoks Easterlin yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu mengarah pada kepuasan hidup yang lebih besar. Selain itu, keluhan kesehatan secara signifikan mengurangi kebahagiaan, sedangkan tingkat kemiskinan tidak menunjukkan dampak yang signifikan secara statistik. Hasil ini menunjukkan bahwa pembuat kebijakan harus memprioritaskan penguatan tata kelola filantropi, karena mempromosikan ZIS menawarkan jalur strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di luar pengukuran ekonomi material.

Hasil dari analisis regresi data panel melalui Model Efek Acak (REM) menunjukkan bahwa pemberian amal, yang diwakili oleh zakat, infaq, dan sedekah (ZIS), memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Indeks Kebahagiaan Indonesia.Temuan ini menunjukkan bahwa praktik filantropi dapat meningkatkan kebahagiaan karena pemberian amal meningkatkan kesejahteraan penerima dan juga menimbulkan perasaan kepuasan dan keadaan emosional yang baik pada donor.Berdasarkan hasil tersebut, pendapatan, diukur melalui PDRB per kapita, memiliki efek pada kebahagiaan, dan efek ini negatif dan signifikan.Hal ini sejalan dengan Paradoks Easterlin, yang menyatakan bahwa peningkatan pendapatan atau pertumbuhan ekonomi tidak selalu berkaitan dengan peningkatan kebahagiaan.Di sisi lain, variabel kemiskinan telah memperkuat bahwa faktor material tidak sepenuhnya menentukan kebahagiaan, karena variabel ini tidak tampak mempengaruhi kebahagiaan.Selain itu, efek negatif keluhan kesehatan terhadap kebahagiaan juga signifikan, yang berarti bahwa kesehatan adalah faktor penting dalam kebahagiaan keseluruhan populasi dan kesejahteraan sosial.Dalam estimasi REM, variabel dummy tahun 2021 tidak memiliki efek yang signifikan, tetapi dalam pendekatan Model Efek Tetap (FEM), ada penurunan kebahagiaan selama pandemi COVID-19, yang menunjukkan adanya dampak pandemi COVID-19 terhadap kebahagiaan.Kesimpulannya, kebahagiaan individu tidak seharusnya hanya dikaitkan dengan kondisi ekonomi.Ada faktor lain seperti moralitas, sosial, dan spiritualitas.Dalam konteks masyarakat religius Indonesia, pemberian amal yang terkait dengan sosial dan kebajikan sangat penting dalam meningkatkan kebahagiaan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak filantropi Islam terhadap kebahagiaan individu dan masyarakat secara lebih mendalam, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat kepuasan hidup, afeksi, dan eudaimonia. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut hubungan antara filantropi Islam dan kebahagiaan dalam konteks budaya dan agama yang berbeda, untuk memahami apakah temuan ini berlaku secara universal atau hanya spesifik pada konteks Indonesia. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak filantropi Islam terhadap kebahagiaan dalam jangka panjang, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi seiring waktu. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang hubungan antara filantropi Islam dan kebahagiaan, serta implikasinya bagi kebijakan kesejahteraan dan tata kelola filantropi di Indonesia.

  1. HERMES-IR(一橋大学機関リポジトリ). hermes ir weko3 nbsp send weko one fine body relative... doi.org/10.15057/30364HERMES IROAUnEEyCEOEO hermes ir weko3 nbsp send weko one fine body relative doi 10 15057 30364
  2. Al-Ghazali's Concept of Happiness in The Alchemy of Happiness | Journal of Islamic Thought and Civilization.... journals.umt.edu.pk/index.php/JITC/article/view/2925Al Ghazalis Concept of Happiness in The Alchemy of Happiness Journal of Islamic Thought and Civilization journals umt edu pk index php JITC article view 2925
  3. Exploring the Link Between Islamic Philanthropy (ZIS) and Happiness: A Panel Data Analysis in Indonesia... doi.org/10.21580/economica.2025.16.2.27477Exploring the Link Between Islamic Philanthropy ZIS and Happiness A Panel Data Analysis in Indonesia doi 10 21580 economica 2025 16 2 27477
Read online
File size781.11 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test