UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Economica: Jurnal Ekonomi IslamEconomica: Jurnal Ekonomi Islam

Penelitian ini menganalisis kaitan antara perkembangan keuangan Islam di Indonesia dengan tingkat ketimpangan pendapatan. Penelitian ini mengintegrasikan keuangan Islam, khususnya dari sektor perbankan, dengan instrumen keuangan sosial Islam, seperti zakat, infaq, dan sadaqah. Penelitian ini juga menguji hipotesis kurva Kuznets dalam kerangka kerja yang diperluas ini. Menggunakan data panel sekunder dari 25 provinsi di Indonesia pada periode 2019-2020, penelitian ini menggunakan teknik regresi data panel, yaitu model efek tetap, model efek acak, dan model efek umum. Temuan empiris menunjukkan bahwa perkembangan keuangan Islam, baik di sektor keuangan maupun sosial, berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Hal ini mendukung hipotesis kurva Kuznets: ketimpangan awalnya meningkat, tetapi kemudian menurun seiring dengan perkembangan keuangan Islam. Penelitian ini juga menemukan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (HDI) dan jumlah masjid berperan dalam mengurangi ketimpangan, sedangkan kepadatan penduduk memiliki hubungan positif dengan ketimpangan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa aspek keuangan dan sosial dari keuangan Islam, yaitu ISF dan ISSF, memiliki hubungan non-linear dengan ketimpangan pendapatan di Indonesia.ISF yang berbasis produktivitas bekerja secara tidak langsung dan membutuhkan kombinasi modal manusia berkualitas tinggi dan institusi sosial pendukung, seperti masjid.Sementara itu, dampak ISSF yang berbasis distribusi lebih langsung.Skala ISSF terutama tergantung pada ukuran populasi, yang juga menentukan jumlah penerima manfaat.Hasil ini menunjukkan kebutuhan akan kebijakan yang bervariasi.Untuk ISF, diperlukan kebijakan yang meningkatkan keuangan ISF dan memperluas jaringan ISF.Sementara itu, manajemen yang efektif dari zakat, infaq, dan waqf sangat penting untuk memaksimalkan potensi ISSF.Akhirnya, untuk mengembangkan sistem keuangan Islam yang kuat yang dapat membantu Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesetaraan sosial, dan mengurangi ketimpangan, diperlukan dukungan regulasi yang lebih baik dari pemerintah.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi mekanisme yang mendasari hubungan antara keuangan Islam dan ketimpangan pendapatan. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana keuangan Islam, khususnya di sektor sosial, dapat mengurangi ketimpangan dengan cara yang lebih efektif. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan keuangan Islam dan dampaknya terhadap ketimpangan pendapatan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas distribusi zakat, infaq, dan sadaqah, serta bagaimana hal ini dapat berkontribusi pada pengurangan ketimpangan.

  1. Zakat and Income Inequality in Indonesia: Panel Data Analysis in 34 Provinces | Jurnal Ekonomi Syariah... doi.org/10.20473/vol9iss20226pp898-912Zakat and Income Inequality in Indonesia Panel Data Analysis in 34 Provinces Jurnal Ekonomi Syariah doi 10 20473 vol9iss20226pp898 912
  2. Financial development, technological innovation and urban-rural income gap: Time series evidence from... doi.org/10.1371/journal.pone.0279246Financial development technological innovation and urban rural income gap Time series evidence from doi 10 1371 journal pone 0279246
  3. PROSPEK EKONOMI SYARIAH DI TENGAH PERSAINGAN EKONOMI ASEAN | NOOR | Islamiconomic : Jurnal Ekonomi Islam.... doi.org/10.32678/ijei.v5i2.23PROSPEK EKONOMI SYARIAH DI TENGAH PERSAINGAN EKONOMI ASEAN NOOR Islamiconomic Jurnal Ekonomi Islam doi 10 32678 ijei v5i2 23
Read online
File size372.22 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test