MAGELANG KOTAMAGELANG KOTA

Jurnal Jendela Inovasi DaerahJurnal Jendela Inovasi Daerah

Kota Magelang menghadapi keterbatasan ruang yang memicu tekanan pada permukiman, Ruang Terbuka Hijau (RTH), mobilitas, dan layanan publik. Tantangan utama kota kecil dengan wilayah yang sempit adalah mengelola pemanfaatan lahan secara berkelanjutan agar tetap mampu menjaga kualitas lingkungan dan kesejahteraan warganya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur terhadap jurnal ilmiah, laporan kelembagaan, dan dokumen kebijakan terkait pemanfaatan ruang di Kota Magelang. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian tematik, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan ruang menimbulkan tekanan berupa meningkatnya kepadatan permukiman, penurunan proporsi RTH, bertambahnya beban infrastruktur dasar, dan kepadatan mobilitas pada kawasan tertentu. Pertumbuhan penduduk dan perubahan penggunaan lahan memperkuat risiko munculnya kawasan kumuh dan degradasi lingkungan. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan ruang yang lebih efisien dan berkelanjutan melalui pemanfaatan ruang vertikal, revitalisasi kawasan lama, serta pengendalian pemanfaatan lahan agar pembangunan tetap terkendali. Rekomendasi kebijakan meliputi penerapan konsep compact city, pembangunan vertikal, revitalisasi kawasan padat, penguatan pengendalian pemanfaatan lahan berbasis RDTR, serta peningkatan dan perlindungan proporsi RTH guna mendukung kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat kota.

Berdasarkan perhitungan analisis kriteria kebijakan, diketahui bahwa kebijakan intensifikasi pemanfaatan lahan melalui konsep compact city dan pembangunan vertikal memperoleh skor terbesar, yaitu 520 poin.Kebijakan ini mampu memenuhi kriteria kebijakan penanganan keterbatasan lahan yang meliputi kesesuaian dengan tata ruang dan regulasi, efisiensi pemanfaatan lahan, kemampuan mengendalikan tekanan ruang dan kepadatan, keberlanjutan lingkungan dan daya dukung kota, kelayakan implementasi dan penerimaan sosial, serta dampak jangka panjang terhadap struktur kota.Oleh karena itu, kebijakan intensifikasi pemanfaatan lahan melalui konsep compact city dan pembangunan vertikal dapat digunakan sebagai kebijakan utama untuk mengatasi permasalahan keterbatasan lahan di Kota Magelang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada aspek-aspek berikut: Pertama, melakukan studi komparatif antara Kota Magelang dengan kota-kota kecil lainnya di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan ruang. Kedua, menganalisis lebih mendalam tentang dampak sosial dan ekonomi dari penerapan konsep compact city dan pembangunan vertikal di Kota Magelang. Ketiga, mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam pengendalian pemanfaatan lahan dan revitalisasi kawasan lama, serta mengukur keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

  1. Stakeholders Mapping Analysis The Implementation of Inclusive Education: in Power and Interest Perspective... doi.org/10.33506/jn.v11i1.3971Stakeholders Mapping Analysis The Implementation of Inclusive Education in Power and Interest Perspective doi 10 33506 jn v11i1 3971
  2. Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan (JIMPIAN). konsep evaluasi kebijakan jurnal ilmu manajemen pendidikan... jurnal.fkip.unmul.ac.id/index.php/impian/article/view/2912Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan JIMPIAN konsep evaluasi kebijakan jurnal ilmu manajemen pendidikan jurnal fkip unmul ac index php impian article view 2912
  3. KAJIAN IDENTIFIKASI POTENSI RTH DAN ARAHAN PENGEMBANGAN KAWASAN SUMUR RESAPAN DI KECAMATAN PASAR REBO... doi.org/10.61488/sikama.v1i1.4KAJIAN IDENTIFIKASI POTENSI RTH DAN ARAHAN PENGEMBANGAN KAWASAN SUMUR RESAPAN DI KECAMATAN PASAR REBO doi 10 61488 sikama v1i1 4
Read online
File size948.19 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test