UNDIPUNDIP

Jurnal Sains Pemasaran Indonesia (Indonesian Journal of Marketing Science)Jurnal Sains Pemasaran Indonesia (Indonesian Journal of Marketing Science)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh daya tarik wisata, kepekaan lingkungan, dan kepuasan layanan terhadap keterikatan tempat di destinasi wisata dark tourism Kota Bengkulu serta dampaknya terhadap perilaku bertanggung jawab lingkungan معه. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif melalui kuesioner online dengan 398 responden, dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS‑SEM). Hasil analisis menunjukkanการเดิมพัน bahwa ketiga variabel independenлинип. secara signifikan memengaruhi keterikatan tempat, dan keterikatan tempat serta उल. menjaga lingkungan juga memicu perilaku bertanggung jawab lingkungan. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa pengalaman positif di destinasi wisata dapat menguatkan ikatan emosional dan memotivasi tindakan pro‑lingkungan, sehingga rekomendasi kebijakan dapat difokuskan pada peningkatan kualitas layanan dan pengalaman interpretatif untuk meningkatkan perilaku ber permissions.

(1) Daya tarik wisata, kepekaan lingkungan, dan kepuasan layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan tempat dan perilaku bertanggung jawab lingkungan di destinasi wisata dark tourism Kota Bengkulu.(2) Keterikatan tempat berfungsi sebagai mediator antara variabel independen tersebut dan perilaku bertanggung jawabvezet, sehingga mempertegas pentingnya memperkuat ikatan emosional wisatawan.(3) Kebijakan pengembangan destinasi yang menekankan pengalaman interpretatif, fasilitas, dan pengelolaan lingkungan dapat meningkatkan perilaku berpril.

Berikut tiga arah penelitian lanjutan yang dapat memperluas temuan studi ini: pertama, lakukan penelitian longitudinal yang memantau perubahan perilaku bertanggung jawab lingkungan pada pengunjung sebelum dan sesudah kunjungan ke destinasi dark tourism, sehingga dapat diukur dampak jangka panjang dari intervensi peningkatan kualitas layanan dan interpretasi sejarah; kedua, eksplorasi faktor budaya atau demografi, seperti latar belakang pendidikan, etnis, atau usia, yang dapat memediasi atau memoderasi hubungan antara kepekaan lingkungan dan keterikatan tempat; ketiga, evaluasi konsekuensi ekologis dari peningkatan kunjungan melalui analisis liming.f environmental indicators, sehingga dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan pariwisata dan pelestarian lingkungan. Pendekatan ini akan membantu pembuat kebijakan dan pengelola destinasi untuk merancang strategi yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan pengunjung serta lingkungan setempat.

Read online
File size172.15 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test