AKADEMITNIALAKADEMITNIAL

Jurnal Naval Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat AALJurnal Naval Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat AAL

Indonesia adalah negara maritim yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan budaya cinta bahari di kalangan generasi muda. Salah satu pendekatan strategis yang dilakukan agar generasi muda lebih dekat dengan laut, adalah melalui olahraga dayung. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menyampaikan program yang bertujuan untuk membangun kemampuan fisik, menanamkan nilai-nilai kebaharian, semangat kerja sama, dan cinta lingkungan sejak usia dini. Artikel ini mengulas strategi pelaksanaan latihan yang dimulai dengan memastikan pemahaman tujuan, menghindari cedera, membangun konsentrasi, koordinasi tim yang baik, motivasi dan semangat, memberikan dorongan semangat, dan evaluasi singkat. Dampak pembinaan olahraga dayung dalam mendukung visi kebangkitan maritim Indonesia, antara lain: mengajarkan generasi muda untuk memahami pentingnya kerja keras dan konsistensi dalam mencapai tujuan, menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, ketangguhan, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, membangun rasa cinta terhadap laut dan budaya maritim sebagai bagian identitas bangsa, serta mencetak atlet muda berprestasi yang potensial menjadi duta maritim Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

Pembinaan olahraga dayung oleh Kolonel Marinir Kakung Priyambodo melalui Klub Dayung Jung Kwatu terbukti efektif menanamkan cinta bahari sejak usia dini serta menghidupkan kembali budaya maritim Indonesia.Program ini meningkatkan partisipasi generasi muda dalam olahraga dayung, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan perairan, dan membangun rasa cinta terhadap laut serta budaya maritim sebagai bagian identitas bangsa.Selain itu, pelatihan menghasilkan atlet muda berprestasi yang berpotensi menjadi duta maritim Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang program pelatihan dayung terhadap sikap dan perilaku lingkungan peserta, dengan melakukan studi longitudinal selama tiga hingga lima tahun untuk menilai perubahan persepsi dan tindakan konservasi laut. Selain itu, diperlukan perbandingan efektivitas antara program dayung dengan intervensi olahraga air lain seperti berlayar atau kayak dalam menumbuhkan nilai-nilai kemaritiman serta peningkatan kebugaran fisik pada generasi muda, yang dapat diwujudkan melalui desain eksperimen terkontrol di beberapa sekolah. Selanjutnya, pemanfaatan platform digital interaktif, seperti aplikasi berbasis gamifikasi atau realitas virtual, dapat diinvestigasi sebagai cara memperkuat motivasi dan pembelajaran dalam program pendidikan maritim yang terintegrasi dengan latihan dayung, dengan mengukur tingkat partisipasi dan retensi pengetahuan. Selain itu, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami faktor-faktor motivasional yang mempengaruhi keterlibatan anak-anak dalam program dayung, termasuk peran keluarga, sekolah, dan media sosial. Hasil temuan dari penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah dalam mengintegrasikan pendidikan kemaritiman ke dalam kurikulum nasional serta meningkatkan kolaborasi antara institusi militer, lembaga pendidikan, dan sektor swasta.

Read online
File size751.1 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test