UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI

Analisa: Jurnal Manajemen dan AkuntansiAnalisa: Jurnal Manajemen dan Akuntansi

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana struktur kemitraan dan konfigurasi saluran distribusi memengaruhi akses pasar, kontrol pemasaran, dan posisi tawar UMKM akuakultur di pasar internasional. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melibatkan tiga UMKM di Desa Mentoso yang telah terlibat dalam kemitraan ekspor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik pengodean, reduksi iteratif. Hasil menunjukkan bahwa UMKM mengandalkan strategi ekspor tidak langsung melalui perusahaan mitra, sehingga partisipasi pasar global bersifat pasif. Dalam saluran distribusi, UMKM berperan sebagai produsen kontrak dengan kontrol pemasaran sangat terbatas, sementara mitra menjadi pemimpin utama saluran. Mekanisme penetapan harga bersifat top-down, menempatkan UMKM sebagai price taker dengan daya tawar rendah. Penelitian menyoroti kesenjangan antara akses pasar dan kontrol pasar, dan menunjukkan peluang untuk memperkuat posisi UMKM melalui diversifikasi saluran, sertifikasi internasional, penguatan jaringan bisnis, dan pengembangan model distribusi hibr come.

Penelitian ini menegaskan bahwa UMKM akuakultur menggunakan strategi ekspor tidak langsung, memiliki kontrol pasar yang sangat terbatas, dan tidak memperoleh pengetahuan pasar yang signifikan dari partisipasi jangka panjang.Namun, UMKM menunjukkan aspirasi memperkuat posisi melalui diversifikasi saluran, sertifikasi internasional, dan model distribusi hibrida.Perlu upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi pemasaran agar dapat menaikkan daya tawar di pasar global.

Dua studi berikutnya dapat memperluas pemahaman strategi distribusi hibrida: pertanyaan penelitian pertama mengkaji bagaimana kombinasi distribusi hibrida antara mitra eksisting dan saluran langsung dapat meningkatkan posisi tawar UMKM dan menurunkan ketergantungan pada satu entitas. Penelitian selanjutnya dapat menilai dampak sertifikasi internasional, seperti HACCP atau GGP, terhadap profitabilitas dan akses pasar bagi UMKM, dengan mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif dari mitra udang di berbagai negara. Sebagai tambahan, penting untuk mengeksplorasi penggunaan platform e‑commerce digital yang menghubungkan UMKM secara langsung dengan pembeli luar negeri, menilai sejauh mana teknologi ini dapat memperkuat kontrol pasar, menskalakan distribusi, dan memperluas jaringan pemasaran. Ketiga pendekatan ini akan memberikan wawasan empiris yang komprehensif mengenai mekanisme peningkatan keberlanjutan dan daya saing UMKM akuakultur di panggung global.

  1. Competition in the Digital Economy and Artificial Intelligence Era: Challenges for a Fair Digital Market... doi.org/10.36128/a622gf96Competition in the Digital Economy and Artificial Intelligence Era Challenges for a Fair Digital Market doi 10 36128 a622gf96
Read online
File size420.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test