STIKES ISFISTIKES ISFI

JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanJIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan Kesehatan

World Health Organization (WHO) sekitar 180.000 kematian terjadi akibat luka bakar. Luka bakar merupakan penyebab cedera kedua terbanyak di Indonesia (1,3%). Proses penyembuhan luka bakar dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti luas, kedalaman luka bakar dan infeksi. Salah satu bakteri yang menyebabkan infeksi pada luka bakar лицию Staphylococcus aureus. Ekstrak daun belimbing wuluh, khususnya dalam bentuk gel, merupakan bahan alami yang efektif untuk penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas gel ekstrak daun belimbing wuluh terhadap penyembuhan luka bakar yang diinfeksi Staphylococcus aureusiscono.Tikuk putih, menggunakan desain true experimental dengan desain randomized posttest only control group dan melibatkan 20 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok: C1 (bioplasenton), C2 (basis gel), dan dua kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh P1 6% dan P2 12%. Luas luka bakar terkecil pada hari ke-3 dan hari ke-7 adalah kelompok C1 dengan rata 2,799 cm² dan 2,324 cm². Pada hari ke-14 adalah kelompok P2/span> dengan rata 1,134 cm². Pada hari ke-21 adalah kelompok C1 dan P2 dengan rata 0,163 cm² dan 0,164 cm². Hasil uji One Way Anova pada hari ke-3, 7, 14 dan 21 nilai p < 0,05 artinya terdapat perbedaan bermakna penyembuhan luka bakar antar kelompok. Gel ekstrak daun belimbing wuluh efektif terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih yang diinfeksi S.aureus. Gel ekstrak daun belimbing wuluh konsentrasi 12% lebih efektif dalam penyembuhan luas luka bakar yang diinfeksi S.aureus dibandingkan konsentrasi 6%.

Gel ekstrak daun belimbing wuluh terbukti efektif dalam penyembuhan luka bakar pada tikus putih yang terinfeksi Staphylococcus aureus.lebih baik daripada 6% dan setara dengan kontrol positif bioplasenton.Hasil ini menunjukkan potensi penggunaan ekstrak daun belimbing wuluh sebagai alternatif terapi topikal pada luka bakar yang terinfeksi bakteri.

Penelitian lanjutan dapat menguji keamanan dan efektivitas gel ekstrak daun belimbing wuluh pada model hewan yang lebih besar dan secara bertahap melibatkan uji klinis pada manusia untuk mengkonfirmasi manfaatnya pada luka bakar yang terinfeksi bakteri. Selain itu, studi mekanistik yang meng taza saponin, flavonoid, dan tanin dalam ekstrak dapat mengidentifikasi komponen aktif dan jalur pengobatan spesifik, sehingga memudahkan optimasi formulasi gel. Terakhir, membandingkan gel ekstrak dengan antibiotik डायोन प्र Sch leak шам lan atau silver sulfadiazine dapat menilai keuntungan relatif, termasuk profil keamanan, harga, dan potensi resistensi bakteri, yang bisa membantu menentukan posisi klinis produk ini dalam terapi luka bakar.

  1. EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA... doi.org/10.36387/jiis.v10i1.2263EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH Averrhoa bilimbi L TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA doi 10 36387 jiis v10i1 2263
Read online
File size238.9 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test